BERITA TERKINI
Pemkab Kudus Catat Dua Investor Minati Taman Bojana untuk Hotel, Fungsi Pusat Kuliner Diminta Tetap Ada

Pemkab Kudus Catat Dua Investor Minati Taman Bojana untuk Hotel, Fungsi Pusat Kuliner Diminta Tetap Ada

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, Jawa Tengah, mencatat sedikitnya dua investor lokal menunjukkan ketertarikan untuk mengembangkan kawasan Taman Bojana Kudus menjadi hotel. Lokasi yang berada di pusat kota dinilai strategis dan memiliki potensi ekonomi.

Meski ada minat investasi, Pemkab Kudus menegaskan fungsi utama Taman Bojana sebagai pusat kuliner khas daerah tidak boleh hilang. Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan, dan Aset Daerah Kabupaten Kudus, Djati Solechah, menyatakan pemerintah daerah tetap memprioritaskan keberlangsungan pelaku usaha kuliner yang selama ini menjadi identitas kawasan tersebut.

“Meski ada investor yang berminat menjadikannya sebagai perhotelan, Pemkab Kudus tetap menginginkan adanya pusat kuliner khas Kudus sekaligus fasilitas penginapan,” ujar Djati, Jumat (20/2/2026).

Djati menjelaskan, sejak dibangun pada 1996, Taman Bojana dirancang sebagai ruang ekonomi bagi pelaku usaha kuliner lokal. Karena itu, konsep pengembangan ke depan disebut harus tetap mengakomodasi keberadaan pedagang.

Saat ini, Taman Bojana berdiri di atas lahan sekitar 3.300 meter persegi dengan total 129 kios. Para pedagang tidak hanya menjual makanan khas Kudus, tetapi juga berbagai produk lain seperti elektronik, alat telekomunikasi, kosmetik, pakaian, hingga cenderamata.

Selain area kuliner dan pertokoan, kawasan tersebut juga dilengkapi fasilitas parkir yang dinilai memadai. Kondisi ini disebut menjadi salah satu faktor yang membuatnya potensial dikembangkan menjadi fasilitas penginapan modern di pusat kota.

Namun, Djati menuturkan ketertarikan dua investor itu masih sebatas penyampaian awal. Hingga kini belum ada proposal resmi yang diajukan, termasuk desain bangunan maupun rincian kebutuhan investasi.

“Nilai investasinya juga belum diketahui karena proposalnya belum masuk,” katanya.

Meski demikian, kedua investor disebut telah menyatakan kesediaan untuk tetap menyediakan ruang usaha bagi pedagang kuliner khas Kudus apabila proyek pembangunan hotel terealisasi.

Menurut Pemkab Kudus, salah satu tantangan yang menjadi perhatian saat ini adalah menyiapkan lokasi relokasi sementara bagi pedagang selama proses pembangunan berlangsung. “Yang menjadi persoalan adalah bagaimana menyediakan tempat sementara agar pedagang tetap bisa berjualan selama pembangunan berjalan,” ujar Djati.