Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang meluncurkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Klambir Hamparan Perak #002 yang dikelola Yayasan Kuali Merah Putih. Program dapur gizi ini disebut sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk memastikan masyarakat memperoleh asupan gizi yang cukup.
Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo, menegaskan pelaksanaan program tersebut juga sejalan dengan komitmen Pemkab Deli Serdang dan Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan, dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, kuat, tangguh, kompetitif, serta mampu meningkatkan penghasilan melalui kerja dan produktivitas.
“Harapan kita, jangan ada lagi anak-anak kita sekolah dalam keadaan lapar. Mari kita bersatu. Mari kita sukseskan program ini,” kata Lom Lom Suwondo saat peluncuran SPPG Klambir Hamparan Perak #002 di Jalan Titi Baru, Desa Klambir V Kampung, Kecamatan Hamparan Perak, Senin (16/2/2026).
Ia menyampaikan, Deli Serdang merupakan kabupaten dengan wilayah luas, jumlah penduduk besar, dan karakter geografis yang beragam, mulai dari pegunungan, dataran rendah, hingga pesisir pantai. Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan sekaligus potensi dalam pelaksanaan program pemenuhan gizi.
Saat ini, Deli Serdang disebut telah memiliki sekitar 137 dapur SPPG. Pemkab Deli Serdang akan terus mendorong partisipasi seluruh elemen masyarakat untuk mempercepat pencapaian target.
Lom Lom Suwondo juga menyatakan Pemkab Deli Serdang melalui dinas terkait akan menjaga stabilitas ketahanan pangan, termasuk ketersediaan suplai bahan pangan untuk mendukung operasional dapur SPPG. “Kami optimis dapur SPPG di Deli Serdang harus maksimum. Ini harus kita pastikan berjalan dengan baik,” ujarnya.
Sementara itu, Pembina Yayasan Kuali Merah Putih Pusat, Karolus Rogger Evantino, menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan gagasan Presiden Prabowo Subianto yang telah dirancang jauh sebelum menjabat. Ia menambahkan, yayasan siap menjalankan program SPPG sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan petunjuk teknis dari Badan Gizi Nasional (BGN), serta bersinergi dengan pemerintah daerah dalam memberdayakan petani, nelayan, dan pelaku usaha lokal.
Menurut Karolus, program MBG dinilai dapat menimbulkan dampak ekonomi berantai karena bahan pangan seperti ayam dan sayur dapat dipenuhi dari masyarakat dan pelaku usaha lokal. “Ini bukan hanya soal asupan gizi, tapi juga pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar,” katanya.
Karolus juga menyampaikan SPPG Hamparan Perak menjadi dapur pertama yang menggunakan standar alat rapid tes makanan yang dibawa dari Jakarta untuk memastikan keamanan makanan sebelum disalurkan. Alat tersebut digunakan untuk memastikan makanan bebas dari empat unsur berbahaya, yakni sianida, nitrat, boraks, dan formalin. “Ini untuk memastikan penerima manfaat, terutama anak-anak, tidak mengalami gangguan kesehatan setelah mengkonsumsi makanan yang diproduksi,” ujarnya.
Peluncuran SPPG tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pertanian Elinasari Nasution; Kepala Dinas Ketahanan Pangan Rahman Saleh Dongoran; Sekretaris Dinas Pendidikan Samsuar Sinaga; Camat Hamparan Perak Guntur Endar Bumi; perwakilan Yayasan Kuali Merah Putih Hady Pranoto; Koordinator SPPG Wilayah Deli Serdang Yoga Azrianto; serta undangan lainnya.

