BERITA TERKINI
Pemerintah Siapkan Menu MBG Khusus untuk Ibu Hamil, Menyusui, dan Balita

Pemerintah Siapkan Menu MBG Khusus untuk Ibu Hamil, Menyusui, dan Balita

Pemerintah menyiapkan menu khusus dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Penyusunan menu dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan gizi spesifik untuk mendukung kesehatan ibu serta tumbuh kembang anak.

Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan menu MBG untuk kelompok 3B terdiri atas makanan siap santap dan paket sehat. Sekretaris Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola BGN, Ermia Sofiyessi, mengatakan frekuensi dan waktu pengiriman paket MBG telah diatur dalam petunjuk teknis yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG.

Menurut Ermia, distribusi MBG siap santap dilakukan dua kali dalam sepekan, yakni setiap Senin dan Kamis. Pada hari Senin, pengiriman MBG siap santap dilakukan sekaligus dengan kader pendamping membawa paket sehat untuk kebutuhan Selasa dan Rabu. Mekanisme serupa juga diterapkan pada hari Kamis.

Ermia menjelaskan, untuk ibu hamil dan ibu menyusui, MBG siap santap berupa makanan lengkap yang mengandung karbohidrat, protein, serat, dan lemak sesuai angka kecukupan gizi (AKG) yang ditentukan ahli gizi. Sementara itu, paket MBG sehat terdiri atas minuman khusus bagi ibu hamil atau menyusui yang dilengkapi telur dan buah.

Adapun bagi balita usia 0–2 tahun, MBG siap santap juga diberikan dalam bentuk makanan lengkap sesuai AKG. Paket sehat untuk kelompok ini terdiri atas makanan pendamping ASI (MPASI) dan buah, dengan tekstur yang disesuaikan untuk bayi di bawah usia dua tahun.

Ermia mendorong kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) aktif mendata ibu hamil, ibu menyusui, dan balita dengan berkoordinasi bersama puskesmas, posyandu, dan kelurahan. Ia menyebut penjadwalan penerimaan MBG bagi kelompok 3B disepakati bersama posyandu atau dapat diatur melalui kesepakatan lain dengan para kader, termasuk opsi pengantaran ke rumah atau pengambilan mandiri, serta penyesuaian dengan jadwal posyandu.

Di wilayah Palmerah, Jakarta Barat, kader posyandu memperoleh data penerima dari masing-masing RT. Koordinator Posyandu Balita Kemala XVI-11 Palmerah, Muslika, mengatakan data penerima manfaat telah tercatat di setiap RT sehingga distribusi dapat berjalan sesuai sasaran.

Muslika menjelaskan, kader mengambil menu dari posko di tingkat RW, kemudian makanan dibagikan ke masing-masing RT melalui kader balita posyandu dan Dasawisma. Pengurus RT selanjutnya mendistribusikan makanan kepada balita penerima manfaat.

Untuk orang tua yang bekerja, pengurus juga menyiapkan mekanisme penitipan wadah agar makanan tetap dapat diterima. Menurut Muslika, cara ini dilakukan untuk memastikan tidak ada penerima yang terlewat.

“Biasanya ada orang tua yang bekerja, sehingga mereka menitipkan wadah. Nanti kami sebagai pengurus memindahkan makanan ke wadah tersebut, lalu ibunya bisa mengambil ketika sempat,” kata Muslika.