BERITA TERKINI
Pemerintah Perkuat Program Makan Bergizi Gratis, Polri Resmikan 166 Satuan Pelayanan Gizi

Pemerintah Perkuat Program Makan Bergizi Gratis, Polri Resmikan 166 Satuan Pelayanan Gizi

Jakarta — Pemerintah terus memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mendorong terbentuknya generasi Indonesia yang sehat dan berkualitas. Komitmen itu ditandai dengan peresmian 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto saat menghadiri Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 di Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Langkah tersebut disebut sebagai upaya mempercepat pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Kasatgas MBG Polri, Irjen Pol. Nurworo Danang, menyampaikan bahwa peresmian ratusan SPPG itu merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program strategis pemerintah dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, kecukupan gizi dan ketahanan pangan memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang sehat dan mampu bersaing di masa depan.

“Polri berkomitmen mendukung penuh kebijakan Presiden RI melalui pengoperasian 166 SPPG. Program Makan Bergizi Gratis menjadi bentuk nyata pelaksanaan Asta Cita Presiden karena pemenuhan gizi dan ketahanan pangan merupakan dasar utama dalam menciptakan generasi Indonesia yang sehat, tangguh, dan kompetitif,” ujar Nurworo.

Data Satgas MBG Polri hingga pertengahan Mei 2026 mencatat, sebanyak 1.376 SPPG telah dikembangkan di berbagai daerah. Dari jumlah itu, 736 unit telah beroperasi dengan cakupan layanan sekitar 1,84 juta penerima manfaat serta menyerap hampir 36.800 tenaga kerja. Adapun 172 unit masih dalam tahap persiapan operasional, sementara 468 unit lainnya dalam proses pembangunan, termasuk di wilayah terpencil.

Di sisi pengawasan mutu, Badan Gizi Nasional (BGN) meluncurkan aplikasi Reviu Menu MBG (Organoleptik) untuk memperkuat kontrol kualitas makanan dalam program tersebut. Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, mengatakan sistem digital itu dirancang agar pengawasan tidak hanya dilakukan secara internal, tetapi juga melibatkan sekolah dan posyandu.

“Pengawasan kualitas makanan tidak lagi hanya bergantung pada pihak internal, melainkan turut melibatkan penerima manfaat agar standar makanan yang disajikan tetap terjaga,” kata Sony.

Sementara itu di sektor pendidikan, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, menilai MBG mulai menunjukkan dampak positif terhadap kesehatan dan motivasi belajar siswa. Penilaian itu disampaikan saat ia meninjau pelaksanaan program di SMA Wahdah Islamiyah, Makassar, Sulawesi Selatan.

“Pada masa sebelum program MBG berjalan, cukup banyak siswa mengalami gejala anemia ringan. Namun setelah program diterapkan, terlihat adanya hubungan dengan berkurangnya gejala tersebut,” ujar Fajar mengutip penjelasan petugas kesehatan.