BERITA TERKINI
Charles Honoris Peringatkan Risiko Pangan Ultra-Proses, Dorong BGN Perkuat Edukasi Gizi lewat Program MBG

Charles Honoris Peringatkan Risiko Pangan Ultra-Proses, Dorong BGN Perkuat Edukasi Gizi lewat Program MBG

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris mengingatkan pentingnya melindungi generasi muda dari konsumsi makanan ultra-proses secara berlebihan. Ia menilai dominasi makanan jenis ini di masyarakat berpotensi meningkatkan risiko penyakit tidak menular yang mematikan, seperti stroke, kanker, hingga gagal ginjal.

Pernyataan itu disampaikan Charles dalam sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digelar bersama Badan Gizi Nasional (BGN) di Banjar Dinas Pengembungan, Desa Tegaljadi, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Bali, Jumat (22/5). Charles mengikuti kegiatan tersebut secara daring melalui aplikasi Zoom.

Melihat besarnya tantangan perbaikan gizi, Charles meminta BGN tidak hanya berperan sebagai pembuat regulasi. Menurutnya, BGN perlu menjadi penggerak utama edukasi gizi di tingkat nasional agar kebijakan yang disusun benar-benar menjangkau masyarakat.

“BGN tidak cukup hanya berperan sebagai regulator, melainkan harus menjadi motor edukasi gizi nasional. Badan Gizi Nasional harus lebih aktif dan strategis dalam memastikan bahwa kebijakan gizi nasional betul-betul menjangkau masyarakat, khususnya kelompok rentan termasuk anak-anak,” ujar Charles.

Ia menambahkan, kebijakan gizi nasional perlu hadir secara nyata dan dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat luas. Charles menyebut dua faktor yang menjadi kunci optimalisasi Program MBG, yakni penguatan kelembagaan serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).

“Langkah-langkah kecil hari ini akan menentukan masa depan bangsa. Kita ingin anak-anak Indonesia tumbuh kuat, sehat, dan siap membawa Indonesia menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar di dunia,” kata legislator dari PDI Perjuangan itu.

Selain menargetkan peningkatan kualitas kesehatan generasi mendatang, Program MBG juga dirancang untuk mendorong efek berganda bagi daerah. Program ini diyakini dapat menggerakkan roda ekonomi setempat melalui perputaran pangan lokal dan pelibatan masyarakat dalam rantai distribusi makanan bergizi.

Melalui sosialisasi massal seperti di Tabanan, pemerintah berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pola makan sehat dan gizi seimbang semakin meningkat. Kesadaran kolektif itu diharapkan menjadi fondasi untuk membangun generasi Indonesia yang sehat, unggul, dan berdaya saing global.