Pelaku usaha kuliner di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Jambi, didorong untuk meningkatkan standar kebersihan, keamanan pangan, dan legalitas usaha guna memperkuat daya saing bisnis. Dorongan tersebut disampaikan melalui kegiatan Seminar Kantin Sehat 2026.
Seminar digelar oleh SKK Migas bersama PetroChina International Jabung Ltd di Rec Hall North Geragai Basecamp, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Rabu (2/9/2026). Kegiatan ini diikuti 24 pelaku usaha makanan di sekitar wilayah operasi PetroChina, khususnya Kecamatan Geragai.
Peserta berasal dari beragam jenis usaha, mulai dari warung, kantin, rumah makan, pembuat kue, katering, hingga penyedia makanan lainnya. Materi yang disampaikan mencakup kebersihan makanan, keamanan bahan pangan, proses pengolahan, serta tata cara penyimpanan bahan makanan agar tetap higienis.
Salah satu peserta, Nopi Desmala, pemilik Rumah Makan Dendeng Batokok, mengatakan seminar tersebut membantu meningkatkan pemahaman pelaku usaha dalam penerapan kebersihan dan keamanan pangan. Ia menyebut kegiatan itu merupakan kali kedua yang diikutinya.
“Seminar yang dilaksanakan PetroChina ini yang kedua kalinya saya ikuti. Alhamdulillah, pada seminar pertama saya mendapatkan ilmu penerapan kebersihan pangan. Seminar kedua ini saya ikut lagi untuk pemantapan ilmu dalam penerapannya di usaha,” kata Nopi.
Menurut Nopi, kebersihan makanan menjadi faktor penting dalam usaha kuliner karena berkaitan langsung dengan kepercayaan konsumen.
Peserta lain, Mariana, pemilik kantin di salah satu madrasah dekat Pasar Blok D, mengaku memperoleh pengetahuan baru. Meski baru pertama mengikuti Seminar Kantin Sehat, ia berkomitmen menerapkan materi untuk meningkatkan kebersihan dan keamanan makanan di kantin sekolah.
Halija, pemilik usaha Ayam Geprek, juga menyampaikan hal serupa. Ia mengatakan mendapat tambahan pengetahuan mengenai kebersihan serta cara penyimpanan bahan makanan agar tetap higienis.
“Ilmu yang didapat banyak, terutama soal kebersihan dan tata cara penyimpanan bahan agar tetap higienis. Sebenarnya yang kami terapkan di usaha sudah hampir sama, jadi yang masih kurang tinggal ditambahkan,” ujarnya.
Dari sisi kesehatan, narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Desi Arisandi, S.Far, Adminkes Ahli Muda, menekankan pentingnya edukasi bagi pelaku UMKM dan usaha makanan siap saji untuk menggunakan bahan pangan yang aman.
“Tujuannya agar bahan pangan yang digunakan aman, sehingga makanan yang disajikan juga aman dikonsumsi. Termasuk bebas dari pewarna, pengawet dan bahan berbahaya lainnya,” jelas Desi. Ia juga menyebut antusiasme peserta dalam mengikuti materi cukup tinggi.
Selain keamanan pangan, aspek legalitas usaha turut menjadi perhatian. Narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Siti Indah Meylia, S.Far, menyampaikan bahwa rata-rata peserta seminar belum memiliki izin usaha.
Menurutnya, legalitas penting bagi pelaku UMKM karena dapat membuka peluang pengembangan produk dan memperluas pemasaran hingga ke luar daerah. “Dengan adanya izin, pelaku usaha bisa mengembangkan produknya hingga ke luar daerah. Sekarang pengurusan izin juga sudah dipermudah pemerintah melalui sistem online,” pungkasnya.