BERITA TERKINI
Pedagang Pasar di Bantul Keluhkan Dampak MBG: Omzet Turun, Dapur Program Disebut Belanja ke Supplier Besar

Pedagang Pasar di Bantul Keluhkan Dampak MBG: Omzet Turun, Dapur Program Disebut Belanja ke Supplier Besar

Pedagang pasar di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengeluhkan penurunan penjualan sejak program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan. Mereka menilai dampak itu muncul karena kebutuhan pangan untuk dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) disebut lebih banyak dipasok langsung oleh supplier besar, bukan dibeli dari pedagang pasar lokal.

Keluhan tersebut disampaikan saat kegiatan monitoring harga sembako oleh pimpinan DPRD Bantul di Pasar Angkruksari, Kapanewon Kretek, Kamis (26/2/2025). Wening (45), salah satu pedagang, mengatakan permintaan kebutuhan pokok seperti minyak dan bumbu masak menurun sejak program MBG berlangsung pada Agustus, seiring bertambahnya jumlah dapur MBG.

Menurut Wening, sebagian rumah tangga mengurangi belanja kebutuhan makan harian karena anak sudah mendapat pengganti makan siang. Ia juga menyebut kantin sekolah maupun warung di sekitar sekolah ikut terdampak sehingga mengurangi pembelian bahan pokok. Wening menambahkan, ia tidak melihat pegawai dapur MBG berbelanja di pasar karena kebutuhan bahan pangan disebut dibeli dari supplier dengan harga lebih murah.

Penurunan juga dirasakan pedagang daging ayam potong. Lastri, pedagang di Pasar Angkruksari, mengaku sebelum MBG berjalan ia bisa menjual sekitar 35 ekor ayam potong per hari. Setelah program berjalan, penjualannya turun menjadi sekitar 15 ekor per hari. Ia menilai rumah tangga dan warung mengurangi pembelian daging ayam, sementara dapur MBG disebut mengambil pasokan dari supplier ayam potong skala besar.

Di sisi lain, pedagang di Pasar Imogiri menyebut harga daging ayam potong justru naik. Idayanti mengatakan keberadaan MBG memicu kenaikan harga karena banyak supplier memilih memasok ke dapur MBG, sehingga pasokan ke pasar berkurang. Ia menyebut harga daging ayam saat ini mencapai Rp40 ribu per kilogram.

Keluhan serupa disampaikan Triwidayanti, pedagang ayam potong di Pasar Imogiri. Ia mengaku belum pernah menemui pegawai dapur MBG membeli bahan pangan dari pedagang pasar setempat.

Menanggapi kondisi tersebut, Wakil Ketua Komisi A DPRD Bantul Ani Widayani mengatakan hasil monitoring di Pasar Angkruksari menunjukkan hampir seluruh pedagang mengeluhkan dampak MBG, mulai dari kenaikan harga hingga penurunan pendapatan. Ia menyebut temuan DPRD Bantul menunjukkan dapur MBG atau SPPG tidak membeli bahan pangan dari pedagang pasar, melainkan dari pedagang besar atau supplier secara langsung.

Ani mendorong Badan Gizi Nasional (BGN) agar mengarahkan SPPG membangun pola pengadaan yang melibatkan UMKM dan pedagang pasar, sehingga tercipta hubungan ekonomi yang saling menguntungkan. Ia juga mengingatkan bahwa jika program lain berjalan dengan pola pengadaan serupa—membeli dari supplier besar atau langsung pabrik—pedagang pasar dikhawatirkan semakin terpuruk.