BERITA TERKINI
Pasokan Dapur MBG Paniaran Disebut Dimonopoli Keluarga Pemilik, Pemberdayaan UMKM Dinilai Minim

Pasokan Dapur MBG Paniaran Disebut Dimonopoli Keluarga Pemilik, Pemberdayaan UMKM Dinilai Minim

TAPANULI UTARA — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya ditujukan untuk pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga diharapkan memanfaatkan bahan pangan lokal serta meningkatkan kesejahteraan petani dan pelaku usaha kecil, mikro, dan menengah (UMKM).

Namun, pelaksanaan tujuan tersebut disebut belum berjalan optimal di dua fasilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di Jalan Tarutung, Desa Paniaran, Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara. Kedua dapur itu dikelola Yayasan Ekonomi Hijau Indonesia dan Yayasan Mutiara Bumi Gemilang.

Berdasarkan keterangan sumber yang ditemui, pasokan bahan pangan dan kebutuhan operasional kedua dapur MBG tersebut disuplai oleh Koperasi Satolop Maju Bersama, koperasi yang baru dibentuk dan diketuai istri saudara pemilik fasilitas MBG.

Sumber itu menyebut pasokan bahan pangan dan kebutuhan operasional dapur MBG di Paniaran dimonopoli oleh keluarga pemilik fasilitas. Dampaknya, pemberdayaan UMKM yang seharusnya menjadi salah satu tujuan program MBG dinilai minim dilakukan.

“Pihak koperasi belanja sendiri ke pasar. Dugaan kita agar keuntungan koperasi lebih besar. Padahal tujuan program MBG ini adalah bagaimana para pelaku UMKM juga ikut diberdayakan,” ujar sumber tersebut.

Upaya konfirmasi kepada Ketua Koperasi Satolop Maju Bersama, Inarti Samosir, tidak membuahkan hasil. Meski sebelumnya telah membuat janji pertemuan, ia disebut enggan menemui wartawan. Pesan konfirmasi melalui WhatsApp juga tidak dibalas dan alasan penolakan memberikan keterangan tidak diketahui.

Wartawan juga mencoba menghubungi Kepala SPPG Paniaran Yayasan Mutiara Bumi Gemilang, Moses Rajagukguk. Telepon dan pesan WhatsApp yang dikirim tidak mendapat respons.

Di sisi lain, persoalan standar kebersihan dan sanitasi juga menjadi sorotan. Sebelumnya, Instruksi Badan Gizi Nasional (BGN) yang disampaikan Dadan Hindayana agar setiap SPPG pelaksana program MBG memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) disebut belum dijalankan di dapur MBG Paniaran yang dikelola Yayasan Mutiara Bumi Gemilang.

Konfirmasi dari Dinas Kesehatan setempat menyebutkan dapur MBG di Paniaran, Siborongborong, belum memiliki SLHS. Pantauan di lokasi juga mendapati dapur tersebut tidak memiliki Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) yang memadai sesuai standar.

Ketiadaan SLHS dan IPAL tersebut menimbulkan keraguan terkait jaminan kesehatan, standar kebersihan, sanitasi, serta keamanan makanan yang dikonsumsi penerima manfaat MBG. Selain itu, belum adanya IPAL dikhawatirkan dapat mencemari lingkungan dan memengaruhi kualitas makanan yang disajikan.

Sementara itu, pemilik fasilitas dapur MBG di Paniaran, Jimran Manalu, saat dikonfirmasi pada Jumat, 13 Februari 2026, menyatakan proses pengurusan SLHS untuk SPPG Paniaran Yayasan Mutiara Bumi Gemilang sedang berjalan. Ia juga menyebut pengerjaan IPAL sudah dalam tahap proses.