Holding Perkebunan PTPN III (Persero) melalui subholding PTPN IV PalmCo resmi bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) untuk memperkuat upaya penurunan angka stunting di Kabupaten Paser. Kolaborasi ini difokuskan pada Paser karena prevalensi stunting di wilayah tersebut masih berada di atas rata-rata nasional.
Sinergi tersebut diwujudkan melalui program intervensi gizi terpadu bertajuk Nutrisi Sehat, Bangsa Kuat. Program ini tidak hanya menitikberatkan pada perbaikan asupan gizi, tetapi juga menyasar perbaikan sanitasi lingkungan di sekitar area operasional perusahaan. Salah satu realisasi awalnya adalah penyaluran bantuan gizi bagi ratusan keluarga risiko stunting (KRS) di Paser yang direncanakan pada Ramadhan 2026.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K Santosa, menyampaikan bahwa penanganan stunting membutuhkan konsistensi serta dukungan berbagai pihak. Ia menegaskan program tersebut merupakan kelanjutan dari inisiatif yang telah berjalan sejak 2024, dengan fokus pada peningkatan kualitas kesehatan ibu hamil dan balita.
Menurut Jatmiko, pada 2024 bantuan makanan tambahan bergizi dari perusahaan menjangkau 1.313 anak. Cakupan perlindungan tersebut kemudian meningkat menjadi 2.077 anak pada 2025. PalmCo juga menjalankan inisiatif Program Bapak Asuh Anak Stunting sebagai bagian dari upaya berkelanjutan.
Memasuki awal 2026, PalmCo kembali menyalurkan paket bantuan makanan bergizi berkelanjutan kepada 100 KRS di Paser, yang terdiri dari 85 anak dan 15 ibu hamil. Bantuan itu merupakan bagian dari program Nutrisi Sehat, Bangsa Kuat yang menggabungkan intervensi gizi dan sanitasi.
Selain bantuan pangan, program ini disertai edukasi kesehatan serta dukungan perbaikan sanitasi melalui pembangunan fasilitas Jamban Sehat. Pendekatan ganda tersebut diharapkan dapat mendorong perilaku hidup bersih dan sehat sekaligus memperkuat upaya peningkatan kesehatan balita serta ibu hamil di wilayah operasional perusahaan.
Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) Kaltim, Nurizky Permanajati, mengungkapkan bahwa berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2024, prevalensi stunting di Kalimantan Timur masih berada di angka 22,2 persen. Di Kabupaten Paser, angkanya lebih tinggi, yakni 23,4 persen.
Nurizky menilai angka tersebut masih di atas rata-rata nasional dan ambang batas Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebesar 20 persen. Sebagai bagian dari intervensi, sebanyak 936 keluarga di Paser menjadi target penerima bantuan melalui program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting). Ia menyambut baik keterlibatan PalmCo dan berharap kolaborasi ini dapat meringankan beban pemerintah daerah serta menjadi praktik baik yang dapat direplikasi mitra bisnis lainnya.
Dari pemerintah daerah, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Paser, Amir Faisol, menyatakan sinergi tersebut menjadi dukungan tambahan bagi daerah. Ia menyampaikan optimisme percepatan penurunan angka stunting di Paser dapat dicapai pada tahun ini melalui kolaborasi tersebut.
Region Head PTPN IV Regional V, Sudarma Bhakti Lessan, menjelaskan implementasi program di Paser menyasar 100 KRS dengan skema pendampingan intensif selama enam bulan. Setiap keluarga penerima manfaat akan memperoleh paket makanan bergizi secara berkala setiap bulan, meliputi susu untuk ibu hamil dan balita, telur sebagai sumber protein hewani, beras, serta biskuit untuk mendukung kebutuhan pangan keluarga.

