Pasar Klitikan atau Pakuncen di Yogyakarta tetap menjadi pusat jual beli onderdil dan variasi motor yang ramai, meskipun banyak pedagang di pasar lain mengalami penurunan omset hingga 30-40 persen sejak 2016. Salah satu lapak onderdil motor yang terus menunjukkan performa baik adalah Jaguar Motor milik Sujamta.
Sujamta, yang telah berjualan di Pasar Klitikan selama 20 tahun, mengungkapkan bahwa omset harian lapaknya masih stabil mencapai Rp 10 juta. Produk yang paling diminati di lapaknya adalah paket custom Jap Style, yang dikirim hampir setiap dua hari sekali ke berbagai kota di Indonesia seperti Sumatera, Sulawesi, dan Bali.
Apa Itu Paket Jap Style?
Paket Jap Style merupakan paket modifikasi motor dengan ciri khas tangki kecil, setang semi hanger, ban gendut, jok single seater, serta lampu depan dan belakang yang kecil. Paket ini dijual dengan harga antara Rp 2,3 juta hingga Rp 2,5 juta.
Harga tersebut sudah termasuk kelengkapan modifikasi untuk beberapa tipe motor, seperti Honda Tiger, GL Pro, Yamaha Scorpio, dan Suzuki Thunder. Paket ini mencakup tangki, spakbor, lampu depan-belakang, tutup aki, knalpot, serta ban depan dan belakang. Semua komponen yang dijual dalam kondisi baru.
Keunggulan Harga dan Pasokan
Sujamta menjelaskan bahwa paket Jap Style di Pasar Klitikan bisa lebih murah dibandingkan toko variasi pada umumnya, dengan selisih harga antara Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta. Hal ini dikarenakan biaya operasional yang lebih rendah.
Para pembeli paket Jap Style berasal dari bengkel custom maupun perorangan. Selain berjualan langsung di pasar, Sujamta juga memasarkan produknya melalui berbagai platform toko online seperti Bukalapak, Tokopedia, Shopee, dan OLX dengan nama Jaguar Motor Yogyakarta.
Pasokan komponen paket Jap Style ini didapatkan dari home industri di beberapa wilayah Jawa, antara lain bodi dan knalpot dari Sidoarjo dan Nganjuk di Jawa Timur, serta tangki dari Solo dan Tegal di Jawa Tengah. Variasi paket biasanya berbeda pada bagian leher knalpot.
Permintaan dan Pasar
Sujamta menyatakan bahwa dalam kondisi terburuk, ia masih mampu menjual sekitar 15 paket Jap Style setiap bulan dari lapaknya di Pasar Klitikan. Pasar utama paket ini meliputi bengkel modifikasi serta konsumen perorangan yang ingin melakukan kustomisasi motor.