Yogyakarta – Penjual aksesoris truk dan merchandise berhasil meraup keuntungan signifikan selama berlangsungnya Jogja Truck Festival yang digelar pada 8-9 September 2018 di Yogyakarta. Para pedagang melaporkan lonjakan pembeli yang terus berdatangan sejak pembukaan acara pada Sabtu pagi hingga larut malam.
Dedi Prasojo, pemilik both Prasojo Putro, mengungkapkan animo masyarakat terhadap variasi truk sangat tinggi. "Saya harus berjualan sampai jam 4 pagi karena pembeli terus datang ingin membeli aksesoris," kata Dedi saat ditemui pada Minggu, 9 September 2018.
Both Prasojo Putro menawarkan berbagai produk variasi dan aksesoris truk, antara lain wheel dop (cover pelek), pengaman samping truk yang sebagian diproduksi oleh karoseri miliknya, sarung jok, hingga klakson. Pada event yang berlangsung satu setengah hari tersebut, Dedi berhasil menjual sekitar 70 pasang wheel dop dengan harga Rp 1,25 juta hingga Rp 1,45 juta per pasang.
Sementara itu, untuk variasi pengaman samping truk yang dibanderol antara Rp 1,5 juta hingga Rp 3 juta, Dedi mengaku telah menjual lebih dari 10 unit. "Bumper pengaman ini diminati karena terbuat dari plat penuh, harga terjangkau, dan memiliki motif khas daerah seperti Jawa Timur dan Jawa Tengah," ujarnya.
Dedi juga menyayangkan persiapannya yang kurang maksimal dalam membawa stok variasi dan alat tes untuk klakson, sehingga penjualan item tersebut tidak optimal.
Selain penjual aksesoris, pedagang merchandise juga mencatat hasil penjualan yang menggembirakan. Both Indonesian Trucker, misalnya, menawarkan berbagai produk t-shirt, hoodie, dan polo shirt bertema truk. Agung Wibowo, karyawan Indonesian Trucker, menyatakan bahwa sekitar 200 kaos terjual pada hari pertama acara dengan harga sekitar Rp 100 ribuan per kaos.
Produk yang paling diminati adalah kaos bergambar truk Mitsubishi Canter, yang dianggap sebagai model truk yang paling banyak dimodifikasi dalam festival tersebut.
Salah satu pengunjung, Yanuarti (32) asal Lampung, menyatakan bahwa kedatangannya selain untuk berlibur juga memberikan dukungan kepada komunitas truk Lampung yang mengikuti lomba di acara tersebut. "Saya juga ingin membeli merchandise karena jarang ada yang menjualnya," ujarnya. Yanuarti berharap acara serupa dapat diadakan di daerah lain agar masyarakat semakin mengenal dunia truk secara lebih dekat.