BERITA TERKINI
Pabrik Nabati di Majalengka, Sentra Produksi Camilan Nabati untuk Pasar Domestik dan Ekspor

Pabrik Nabati di Majalengka, Sentra Produksi Camilan Nabati untuk Pasar Domestik dan Ekspor

Di wilayah utara Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, berdiri kompleks industri Pabrik Nabati Majalengka yang menjadi salah satu tulang punggung produksi makanan ringan Nabati Group. Pabrik ini disebut berperan penting dalam rantai produksi perusahaan makanan dan minuman asal Bandung tersebut, yang produknya telah menjangkau pasar internasional.

Di fasilitas ini, Nabati memproduksi tiga produk yang kerap disebut sebagai ikon merek, yakni Nabati Ahh, Nabati Rolls, dan Nabati Siip. Produksi ketiganya dikaitkan dengan penggunaan sistem otomasi serta pengembangan inovasi rasa oleh tim riset dan pengembangan perusahaan.

Pabrik Nabati di Majalengka merupakan satu dari tiga pabrik utama Nabati Group di Jawa Barat. Dua pabrik lainnya berada di Rancaekek yang memproduksi Nabati Nextar, serta di Sumedang yang memproduksi Nabati Wafer. Ketiga pabrik tersebut memasok kebutuhan pasar domestik maupun ekspor, dengan dukungan distribusi melalui anak usaha logistik PT Pinus Merah Abadi (PMA) yang disebut menjangkau lebih dari 200 wilayah di Indonesia.

Keberadaan pabrik di Majalengka juga disebut menandai perubahan kawasan yang sebelumnya dikenal agraris menjadi salah satu sentra industri makanan ringan. Nabati Group mengaitkan pengembangan bisnisnya dengan kombinasi inovasi rasa, efisiensi produksi, dan ekspansi pasar.

Terkait lokasi, alamat PT Kaldu Sari Nabati Indonesia di Kabupaten Majalengka disebut berada di Kecamatan Sumberjaya, tepatnya di Jalan Raya Cirebon–Bandung KM 24, Desa Banjaran, Kecamatan Sumberjaya. Namun, terdapat pula penulisan alamat yang menyebut Desa Ciparay, Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka. Perbedaan ini disebut dapat terjadi karena kedua wilayah tersebut berdekatan.

Secara korporasi, Nabati Group berbasis di WU Tower, Exit Tol Pasteur, Kota Bandung. Perusahaan ini mengembangkan ekosistem bisnis yang mencakup sektor Fast Moving Consumer Goods (FMCG) serta unit usaha lain, antara lain restoran cepat saji (Richeese Factory), e-commerce (eDOT), logistik, digital entertainment (Gmovie Studio), hingga properti.

Dari sisi portofolio merek, Nabati dikenal melalui sejumlah produk seperti Richeese, Richoco, Time Break, Nextar, AMO, serta jaringan restoran cepat saji Richeese Factory yang disebut memiliki lebih dari 250 gerai di Indonesia dan mulai menjangkau pasar Asia Tenggara.

Perjalanan bisnis Nabati disebut bermula pada 1985, ketika Krisdianto Lesmana dan Ida Surjati memulai usaha skala kecil di Jalan Soekarno Hatta, Bandung. Dalam perkembangannya, Nabati Group disebut mempekerjakan lebih dari 41.000 karyawan dan berekspansi ke berbagai lini usaha. Pada 2006, perusahaan meluncurkan Richeese Nabati Wafer yang disebut sebagai wafer keju pertama di dunia, dan sejak itu konsisten menghadirkan produk baru, termasuk kampanye bertajuk Nabati Universe yang melibatkan brand ambassador asal Korea Selatan.