BERITA TERKINI
Owner 2080 Burger Pilih Jaga Kualitas di Tengah Persaingan Kuliner dan Daya Beli Selektif

Owner 2080 Burger Pilih Jaga Kualitas di Tengah Persaingan Kuliner dan Daya Beli Selektif

DENPASAR – Di tengah persaingan bisnis kuliner yang kian ketat, Owner 2080 Burger Heru Susilo memilih mempertahankan kualitas produk ketimbang mengurangi porsi makanan untuk menekan biaya operasional. Menurutnya, kepuasan pelanggan menjadi modal utama agar konsumen kembali melakukan pembelian.

Heru menilai pengurangan porsi berisiko menurunkan kepercayaan pelanggan. Ia mengatakan, jika porsi diperkecil, konsumen bisa kecewa dan memilih makan di tempat lain. Karena itu, 2080 Burger lebih memilih memberikan tambahan seperti minuman atau kentang gratis daripada mengecilkan porsi.

Strategi tersebut diterapkan saat penjualan sempat melambat seiring daya beli masyarakat yang dinilai semakin selektif. Heru melihat terjadi perubahan perilaku konsumen: masyarakat tidak lagi semata mengejar makanan yang sedang viral, melainkan mempertimbangkan nilai yang sebanding dengan uang yang dikeluarkan.

Meski demikian, Heru menyebut promosi tetap dijalankan, mulai dari kerja sama dengan perbankan hingga promo melalui platform layanan pesan antar makanan. Namun, ia menegaskan promosi tidak boleh mengorbankan kualitas produk.

Heru juga menyinggung kenaikan biaya bahan baku yang dapat menggerus keuntungan. Menurutnya, bila biaya terus meningkat, penyesuaian harga merupakan pilihan yang lebih sehat dibanding menurunkan kualitas makanan. Ia menekankan perhitungan perlu dilakukan karena usaha masih memiliki kewajiban seperti pembayaran gaji, supplier, listrik, air, dan biaya operasional lain.

Ia mengatakan setiap keputusan terkait operasional dibahas bersama tim, mulai dari bagian pembelian, akuntansi, hingga dapur. Selain mengelola usaha, Heru juga aktif di Bali Restaurant & Cafe Association (BRCA). Melalui organisasi tersebut, para pelaku usaha rutin bertemu setiap bulan untuk bertukar pengalaman dan mencari solusi menghadapi tantangan bisnis.

Menurut Heru, diskusi di BRCA tidak hanya membahas pemasaran digital, tetapi juga keberlanjutan usaha, informasi pemasok, kenaikan harga bahan baku, hingga peluang mengikuti berbagai kegiatan. Ia menilai komunitas menjadi faktor penting agar pelaku usaha tidak menghadapi persoalan bisnis sendirian.

Untuk kinerja usaha, Heru menyebut penjualan pada Semester I 2026 mulai membaik setelah sempat melambat pada awal tahun. Ia menilai peningkatan kunjungan wisatawan selama musim liburan sekolah turut berdampak positif terhadap omzet, terutama di kawasan wisata. Selain itu, layanan penjualan daring disebutnya kini menjadi salah satu penopang utama bisnis 2080 Burger.