BERITA TERKINI
Ngantuk Terus-Menerus: 11 Kemungkinan Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ngantuk Terus-Menerus: 11 Kemungkinan Penyebab dan Cara Mengatasinya

Rasa mengantuk merupakan hal yang wajar, terutama setelah beraktivitas atau kurang tidur. Namun, kantuk yang muncul terus-menerus bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan tertentu, termasuk diabetes dan gangguan tiroid. Karena itu, selain mempertimbangkan perubahan kebiasaan sehari-hari, sebagian orang mungkin memerlukan pemeriksaan medis untuk mengetahui penyebab pastinya.

Berikut sejumlah kondisi yang dapat memicu rasa kantuk berlebihan, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk membantu mengatasinya.

11 penyebab ngantuk terus-menerus

1. Alergi
Kantuk berkepanjangan dapat dipicu alergi, misalnya karena serbuk sari, serangga, atau bulu hewan peliharaan. Pada sebagian orang, intoleransi atau alergi terhadap makanan tertentu juga dapat menimbulkan keluhan serupa.

2. Anemia
Anemia terjadi ketika tubuh kekurangan sel darah merah. Selain mengantuk, gejala lain yang dapat muncul antara lain pusing dan mudah merasa kedinginan.

3. Gangguan kesehatan mental
Depresi dan gangguan kecemasan dapat menyebabkan kantuk berkepanjangan. Keluhan lain yang bisa menyertai adalah kurang tidur dan suasana hati yang buruk.

4. Infeksi virus atau bakteri
Infeksi, termasuk HIV, dapat memicu rasa kantuk berlebihan. Pada kondisi ini, keluhan bisa disertai demam dan nyeri di berbagai bagian tubuh, termasuk sakit kepala.

5. Fibromyalgia
Penderita fibromyalgia dapat mengalami lelah berat dan nyeri di sekujur tubuh hingga mengganggu aktivitas. Kondisi ini juga bisa membuat seseorang tetap mengantuk meski merasa sudah tidur cukup.

6. Penyakit jantung
Pada penderita penyakit jantung, rasa mengantuk dapat menjadi salah satu gejala. Keluhan lain yang mungkin muncul adalah kelelahan berlebihan, termasuk saat melakukan aktivitas seperti menaiki tangga.

7. Rheumatoid arthritis (radang sendi)
Rheumatoid arthritis dapat menimbulkan nyeri, pembengkakan, serta kantuk berlebihan. Kondisi ini dapat menyerang lebih dari satu sendi dan dapat disertai penurunan berat badan, demam, serta kelelahan.

8. Gangguan tidur
Gangguan tidur dapat membuat kualitas tidur menurun sehingga memicu kantuk dan lelah saat bangun. Selain insomnia, gangguan yang umum antara lain apnea tidur, narkolepsi, dan sindrom kaki gelisah (restless leg syndrome).

9. Diabetes
Pada diabetes, tubuh tidak dapat memproses glukosa dengan baik sehingga glukosa menumpuk di aliran darah. Kondisi ini dapat membuat tubuh cepat lelah, disertai gejala lain seperti rasa haus berlebihan, penurunan berat badan, dan gangguan penglihatan.

10. Gangguan tiroid
Hipotiroid adalah kondisi ketika kelenjar tiroid tidak memproduksi hormon tiroid dalam jumlah yang cukup. Kondisi ini umumnya menyerang perempuan dan dapat menyebabkan kelelahan berkepanjangan, depresi, kenaikan berat badan, serta lebih sensitif terhadap udara dingin.

11. Kanker
Kantuk berlebihan dapat dialami penderita kanker, termasuk sebagai efek dari pengobatan. Pada kondisi ini, penderita dapat merasa sangat lelah dan lemas sehingga cenderung tidak ingin beraktivitas.

Cara mengatasi ngantuk terus-menerus

Perubahan kebiasaan dapat membantu mengurangi kantuk yang sering muncul. Beberapa langkah yang dapat dicoba antara lain:

• Minum air putih yang cukup untuk mencegah dehidrasi
• Mengatur pola makan dan mengonsumsi makanan bernutrisi, termasuk sayur dan buah
• Berolahraga secara rutin
• Memenuhi waktu tidur yang cukup
• Menghindari stres
• Menghindari aktivitas yang terlalu memberatkan
• Melakukan relaksasi, misalnya yoga
• Menghindari kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, dan obat-obatan terlarang

Jika perubahan kebiasaan sudah dilakukan tetapi rasa kantuk tidak membaik atau justru bertambah parah, disarankan untuk segera mencari bantuan medis. Pemeriksaan lanjutan diperlukan untuk memastikan penyebabnya, sehingga pengobatan dan perawatan dapat disesuaikan dengan kondisi yang mendasari.