BERITA TERKINI
Mulut Terasa Pahit Meski Tidak Sakit? Ini 7 Kemungkinan Penyebab dan Cara Meredakannya

Mulut Terasa Pahit Meski Tidak Sakit? Ini 7 Kemungkinan Penyebab dan Cara Meredakannya

Rasa pahit di mulut bisa muncul meski seseorang tidak sedang sakit. Kondisi ini kerap membuat nafsu makan menurun dan menimbulkan kekhawatiran. Secara umum, lidah mengenali rasa manis, asin, masam, pahit, dan gurih melalui reseptor pada kuncup pengecap (taste buds). Sebagian orang juga lebih sensitif terhadap rasa pahit karena reseptor lidahnya lebih peka terhadap senyawa pahit tertentu, seperti phenylthiocarbamide (PTC).

Berikut sejumlah kondisi yang dapat menjadi penyebab mulut terasa pahit, beserta langkah awal yang dapat dilakukan untuk membantu meredakannya.

1. Kebersihan gigi dan mulut yang buruk
Jarang menyikat gigi dapat membuat bakteri dan kuman menumpuk di rongga mulut. Plak yang terus menumpuk dapat berkembang dan memicu radang gusi (gingivitis). Kondisi ini dapat berujung pada keluhan mulut terasa pahit.

2. Mulut kering (xerostomia)
Mulut kering terjadi ketika kelenjar saliva tidak menghasilkan air liur yang cukup, sehingga mulut terasa sangat kering. Keluhan ini dapat dialami, antara lain, oleh pasien kanker yang baru menjalani kemoterapi atau radiasi dan dapat disertai lidah pahit serta mual. Beberapa gangguan autoimun, seperti sindrom Sjogren, juga dapat memicu mulut kering.

3. Burning mouth syndrome
Burning mouth syndrome (BMS) dapat menimbulkan sensasi panas atau terbakar pada sebagian maupun seluruh rongga mulut. Penderitanya juga dapat mengalami penurunan fungsi indera pengecap dan keluhan mulut pahit. Sejumlah kondisi yang dapat memicu BMS antara lain menopause, kerusakan saraf pada rongga mulut, diabetes melitus, hingga efek samping terapi kanker.

4. GERD (refluks asam lambung)
Mulut terasa pahit yang disertai mual dapat menjadi gejala penyakit refluks asam lambung (gastroesophageal reflux disease/GERD). Naiknya asam lambung ke kerongkongan juga bisa memicu nyeri dan rasa terbakar pada ulu hati (heartburn) serta rasa asam di mulut. Faktor yang dapat memperparah gejala GERD meliputi stres jangka panjang, merokok, serta konsumsi makanan pedas, asam, atau berminyak.

5. Kehamilan
Pada ibu hamil, mual dan muntah akibat morning sickness dapat berkaitan dengan munculnya rasa pahit di mulut. Sisa muntah dapat tertinggal di rongga mulut dan berkumpul di area gigi, sehingga memicu perkembangbiakan bakteri. Dehidrasi selama kehamilan juga dapat memperburuk keluhan.

6. Kekurangan vitamin dan mineral
Asupan vitamin dan mineral diperlukan agar organ tubuh berfungsi optimal. Kekurangan vitamin B12 dan zinc dapat menyebabkan bau mulut serta perubahan sensasi rasa pada lidah, termasuk rasa pahit. Dalam beberapa kasus, penambahan suplemen multivitamin disebut dapat membantu mengatasi kondisi ini.

7. Efek samping obat-obatan atau suplemen
Rasa pahit di mulut juga dapat muncul sebagai efek samping obat atau suplemen dan umumnya bersifat sementara. Beberapa contoh yang dapat memicu keluhan ini antara lain ACE inhibitor (seperti lisinopril atau captopril), antibiotik (seperti amoxicillin, clarithromycin, dan metronidazole), obat diuretik (seperti acetazolamide dan hydrochlorothiazide), obat kemoterapi (seperti cisplatin atau carboplatin), serta vitamin dan suplemen yang mengandung zinc, kromium, dan tembaga.

Langkah awal untuk membantu meredakan mulut pahit
Sebelum berkonsultasi ke dokter, beberapa langkah berikut dapat dicoba untuk membantu mengurangi rasa pahit pada lidah dan rongga mulut:

1) Merawat gigi dan mulut secara teratur, termasuk menyikat gigi dua kali sehari, menggunakan benang gigi, dan berkumur dengan obat kumur.
2) Mengunyah permen karet bebas gula untuk merangsang produksi air liur saat mulut terasa kering.
3) Minum lebih banyak air putih jika mengalami gejala dehidrasi.
4) Menghindari makanan pemicu asam lambung, seperti makanan pedas, asam, berlemak, atau gorengan.
5) Berhenti merokok dan membatasi konsumsi minuman beralkohol.
6) Membilas mulut dengan larutan air garam atau baking soda.

Jika rasa pahit tidak kunjung mereda atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan, pemeriksaan ke dokter diperlukan untuk mengetahui penyebabnya dan menentukan penanganan yang sesuai.