Sepeda motor menjadi salah satu kendaraan yang paling banyak digunakan masyarakat Indonesia untuk beraktivitas. Namun, tingginya jumlah motor di jalan tidak selalu berbanding lurus dengan rasa aman atau nyaman, terutama bagi pengendara pemula. Kecelakaan maupun berbagai masalah di jalan kerap terjadi, sehingga memunculkan kekhawatiran atau ketakutan saat berkendara.
Rasa khawatir sebenarnya wajar. Takut menabrak, ditabrak, atau terjatuh bisa dialami siapa pun, terlebih bagi mereka yang pernah mengalami kejadian serupa. Kekhawatiran dapat membuat pengendara lebih berhati-hati, tetapi perlu dijaga agar tidak berkembang menjadi ketakutan yang justru menghambat keberanian untuk berkendara.
Bagi pemula yang masih grogi saat harus membawa motor ke jalan raya, ada sejumlah langkah yang dapat dicoba untuk membantu mengelola rasa takut dan membangun kepercayaan diri.
Mengikuti kursus sepeda motor
Salah satu cara yang dapat ditempuh adalah mengikuti kursus mengemudi sepeda motor. Melalui pelatihan, pengendara pemula bisa mempelajari dasar pengoperasian motor, teknik berkendara, serta pemahaman yang diperlukan agar pengalaman di jalan terasa tidak terlalu menegangkan.
Menggunakan perlengkapan berkendara yang tepat
Persiapan sebelum berkendara menjadi hal penting. Di jalan, masih banyak pengendara yang memakai sandal jepit, celana pendek, atau kaus, tetapi perlengkapan semacam itu dinilai bukan persiapan yang tepat. Menggunakan perlengkapan sepeda motor yang sesuai dapat membantu melindungi tubuh dari kondisi lingkungan dan cuaca, serta meningkatkan rasa aman yang membantu mengurangi ketakutan.
Berlatih secara konsisten
Latihan menjadi kunci karena teori saja tidak cukup tanpa praktik. Pada tahap awal, pemula disarankan berlatih di area parkir atau ruang terbuka beraspal dengan lalu lintas minim. Latih berbagai keterampilan dasar seperti mengganti gigi, menyalakan sein saat berbelok, pengereman, akselerasi, dan hal lain yang kerap membuat pemula kewalahan. Dengan latihan berulang, gerakan tersebut dapat menjadi kebiasaan dan membantu meningkatkan kepercayaan diri.
Belajar menghadapi rasa takut
Rasa takut di jalan dapat muncul bahkan pada pengendara berpengalaman. Salah satu cara sederhana untuk menenangkan diri adalah mengatur pernapasan. Ketika cemas, pengendara dapat menepi dan menarik napas dalam-dalam sebanyak lima kali.
Selain itu, kecemasan sering dipicu oleh kebiasaan memikirkan hal-hal negatif. Terus-menerus membayangkan hal buruk dapat menjadi bentuk menyabotase diri. Karena itu, pengendara disarankan mencoba fokus pada hal positif dan tidak berlarut pada kesalahan. Kesalahan dianggap hal yang bisa terjadi pada siapa pun, yang terpenting adalah belajar menerimanya dan tetap berpikir positif.
Mempelajari kebiasaan baik sejak dini
Pemula juga dianjurkan membiasakan diri mematuhi peraturan dan rambu lalu lintas, termasuk lampu lalu lintas. Kewaspadaan perlu dijaga karena tidak semua pengguna jalan menggunakan sein dengan benar, dan sebagian dapat melakukan manuver berbahaya seperti tikungan tajam, perpindahan jalur mendadak, atau gerakan tak terduga.
Bagi pengendara pemula, kegiatan berkendara dalam kelompok (group riding) juga tidak disarankan pada tahap awal. Alasannya, pemula mungkin belum mampu membedakan pengendara yang memiliki kebiasaan berkendara baik dan yang tidak.
Membentuk dan menjaga sikap yang benar
Mengendarai sepeda motor dapat dipandang sebagai proses belajar tanpa henti. Setiap perjalanan bisa memberi pengalaman baru, sehingga pengendara perlu siap dan mau belajar. Sikap ini dapat membantu menjaga ketenangan, menghindari rasa puas diri, serta mengurangi potensi masalah dan cedera. Dengan demikian, kepercayaan diri dapat tumbuh seiring waktu.
Menerima kenyataan bahwa selalu ada risiko
Banyak pengendara baru merasa kaku ketika berhadapan dengan lalu lintas karena terlalu waspada dan terus memikirkan potensi kecelakaan. Namun, risiko merupakan bagian dari realitas berkendara sepeda motor. Yang dapat dilakukan adalah menerima kenyataan tersebut, lalu mempersiapkan diri sebaik mungkin agar tetap aman saat berada di jalan.

