PEKALONGAN – Mobil Klinik Tower Bersama Group (Monik TBIG) hadir di MWC NU Kedungwuni, Pekalongan, Jawa Tengah, Kamis (9/7/2026), dalam kegiatan Aksi Bangun Sehat Bersama yang mengusung SDGs Goal 3: Good Health and Well Being. Kegiatan ini diikuti ibu-ibu yang berkumpul untuk mendapatkan edukasi gizi sekaligus mengikuti lomba memasak sehat.
Dalam kegiatan tersebut, peserta menerima materi tentang konsep “isi piringku” serta mengikuti lomba memasak sehat dan benar. Lomba diikuti tiga kelompok ibu-ibu yang diminta menyiapkan menu sayur sop dan telur gulung.
Guru Kuliner SMKN 1 Pekalongan menjelaskan, sebelum lomba dimulai peserta menjalani pre-test berisi pertanyaan seputar teknik dan cara memasak yang sehat. Dari hasil pre-test, ia menilai masih banyak peserta yang belum memahami praktik memasak sehat dan bergizi meski kegiatan memasak dilakukan setiap hari.
Ia memberi contoh, wortel sebaiknya dicuci terlebih dahulu sebelum dipotong karena jika dipotong lebih dulu dapat mengurangi kadar gizi. Ia juga menyinggung bahwa kentang tidak boleh dikonsumsi penderita diabetes. Menurutnya, kebiasaan memasak yang keliru dapat memengaruhi asupan gizi keluarga.
Ketua Muslimat NU Anak Cabang Kedungwuni, Munafah Asip, berharap kegiatan ini berdampak bagi para ibu, termasuk melalui rencana pembentukan grup WhatsApp untuk berbagi menu sehat dan pengetahuan. Ia juga menyebut program CSR TBIG bermanfaat bagi masyarakat dan telah berjalan sejak 2017 melalui Gema Setia (Gerakan Masyarakat Stop Kematian Ibu dan Anak) yang didukung Monik TBIG, antara lain dengan layanan kesehatan keliling, edukasi gizi, serta teknologi pencatatan medis digital untuk menekan angka kematian ibu melahirkan dan bayi.
Head CSR Department PT Tower Bersama Infrastructure Tbk, Arief Wibisono, mengatakan program Monik TBIG mencakup pelayanan kesehatan gratis, edukasi pola hidup sehat, pola konsumsi sehat, pola sanitasi sehat, serta bantuan kemanusiaan untuk penanggulangan bencana. Ia menyebut perusahaan menyelaraskan program CSR dengan SDGs No. 3 dengan memberikan akses layanan kesehatan gratis melalui Monik TBIG.
Dalam keterangan tersebut juga disampaikan bahwa total penerima manfaat mencapai 191.776, dengan enam unit mobil klinik yang beroperasi di 34 provinsi dan 170 kabupaten/kota.

