SURABAYA — Beragam pilihan menu dapat disajikan untuk berbuka puasa Ramadan 2026. Selain hidangan Nusantara, masakan khas Tiongkok juga bisa menjadi alternatif, di antaranya mi lamian dan shao kao.
Mi lamian merupakan mi tradisional dari Tiongkok yang telah lama dikenal. Keberadaan kuliner ini tercatat dalam berbagai sumber tertulis, termasuk salah satu rujukan tertua pada catatan Dinasti Han (25–200 M).
Salah satu varian yang berkembang adalah lanzhou lamian. Hidangan ini berakar dari komunitas Muslim Hui di Lanzhou, Gansu, Tiongkok, dan identik dengan kaldu sapi berkuah bening.
Ciri utama mi lamian terletak pada teknik pembuatannya yang ditarik dengan tangan (hand-pulled). Teknik tersebut diketahui menyebar ke berbagai tempat dan disebut menjadi dasar pembuatan ramen di Jepang maupun ramyeon di Korea, meski keduanya kemudian berkembang menjadi hidangan tersendiri.
Chinese Culinary Chef Hotel Ciputra World, Dhimas Andi Permana, memperagakan pembuatan mi lamian pada 21 Februari 2026 di The Gallery Restaurant, Hotel Ciputra World. Ia menjelaskan, nama lamian merujuk langsung pada tekniknya. “Sesuai namanya, dalam istilah Tionghoa, la artinya tarik. Sedangkan mian artinya mi. Sesuai dengan teknik membuatnya,” ujarnya.
Dalam prosesnya, adonan tepung dihaluskan terlebih dahulu, lalu diolah hingga bergelombang. Setelah itu, adonan ditarik dengan gerakan cepat beberapa kali. Dhimas menekankan kecepatan menjadi kunci agar adonan tidak kembali menggumpal dan ukuran mi tetap seragam. “Memang harus cepat. Karena tekstur adonannya lentur. Jika lambat sedikit saja, adonan bisa menggumpal lagi. Lantas ukuran tiap helai minya bisa berbeda,” terangnya.
Proses penarikan dilakukan sekitar 10 menit sebelum mi direbus. Setelah matang, mi disajikan dengan berbagai kondimen, seperti potongan daging ayam, pakcoy, pangsit goreng, dan pelengkap lainnya.

