BLITAR, Jawa Timur — Sejumlah komoditas sayuran dan bumbu dapur di wilayah Blitar mengalami kenaikan harga menjelang bulan Ramadhan. Di Pasar Legi Kota Blitar, lonjakan paling tinggi terjadi pada cabai rawit dan bawang merah, dengan kenaikan berkisar 40 persen hingga 75 persen.
Sujiati, pedagang sayuran dan bumbu dapur di Pasar Legi, mengatakan harga cabai rawit naik tajam dalam sepekan terakhir. Pekan lalu, cabai rawit masih berada di kisaran Rp 50.000 per kilogram, namun pada Jumat (13/2/2026) sudah mencapai Rp 80.000 per kilogram. Ia menyebut, dua hari sebelumnya harga cabai rawit sempat menembus Rp 85.000 per kilogram.
Selain cabai rawit, kenaikan juga terjadi pada jenis cabai lainnya. Harga cabai merah besar naik sekitar Rp 10.000, dari sebelumnya Rp 20.000 per kilogram menjadi Rp 30.000 per kilogram. Cabai keriting pun meningkat dari Rp 25.000 per kilogram menjadi Rp 40.000 per kilogram.
Kenaikan cukup tajam juga terjadi pada bawang merah. Sujiati menyebut, saat ini ia menjual bawang merah Rp 40.000 per kilogram, naik dari harga sebelumnya yang berada di kisaran Rp 25.000 per kilogram.
Pedagang sayuran lainnya, Sutinah, menyampaikan bahwa hampir seluruh bumbu dapur dan sayuran mengalami kenaikan menjelang Lebaran. Menurutnya, kenaikan sudah terjadi sejak sekitar dua pekan lalu dan mulai melonjak sejak satu pekan terakhir.
Meski demikian, Sutinah menilai kenaikan untuk sejumlah komoditas lain relatif lebih kecil, yakni sekitar Rp 2.000 hingga Rp 5.000 per kilogram. Ia mencontohkan harga tomat yang sebelumnya Rp 5.000–Rp 6.000 per kilogram kini menjadi Rp 7.000 per kilogram. Sementara daun bawang naik dari Rp 12.000 menjadi Rp 16.000 per kilogram.
Di sisi lain, harga telur dan daging ayam juga mengalami kenaikan di kisaran 11 persen hingga 13,5 persen. Rina, pedagang daging ayam di Pasar Legi, mengatakan harga daging ayam kini mencapai Rp 42.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp 37.000 per kilogram.
Sementara itu, harga beras premium dan minyak goreng dilaporkan masih stabil. Namun, pasokan keduanya menurun drastis hingga sekitar 50 persen saat permintaan meningkat.

