BERITA TERKINI
Mengenal Teknik Baking: Metode Memasak dengan Pemanasan Kering dan Istilah Dasarnya

Mengenal Teknik Baking: Metode Memasak dengan Pemanasan Kering dan Istilah Dasarnya

Teknik baking semakin banyak diminati, baik oleh praktisi, pelaku usaha, maupun masyarakat yang menjadikannya sebagai hobi. Secara bahasa, baking berasal dari bahasa Inggris yang berarti “pembakaran” atau “pemanggangan”. Dalam istilah memasak, baking merujuk pada teknik mengolah makanan dengan cara dipanggang atau dibakar.

Teknik baking termasuk salah satu teknik dasar memasak olah kering, yakni menggunakan metode pemanasan kering. Prosesnya umumnya dilakukan dengan oven, baik oven kompor maupun oven listrik, untuk mematangkan makanan tanpa menggunakan minyak atau air sebagai medium perpindahan panas. Dalam praktiknya, temperatur oven untuk baking biasanya berada pada kisaran 120–240 derajat Celcius.

Hasil pemasakan dengan teknik baking cenderung membuat permukaan makanan menjadi lebih renyah, dengan warna yang lebih terkendali. Metode ini banyak digunakan untuk mengolah adonan berbahan tepung, kentang, atau bahan lain seperti ayam maupun bebek. Produk yang umum diolah menggunakan teknik ini antara lain pastry, cookies, dan roti.

Untuk mendapatkan hasil yang baik, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat melakukan baking. Oven sebaiknya dipanaskan terlebih dahulu sesuai suhu yang dibutuhkan sebelum bahan makanan dimasukkan. Posisi makanan di dalam oven juga perlu tepat, sementara suhu selama proses baking perlu terus diperiksa. Kualitas makanan turut dipengaruhi oleh penanganan selama proses pemanggangan. Sebelum makanan diangkat, kematangan perlu diperiksa untuk memastikan hasilnya sesuai.

Selain memahami prosesnya, baking juga mengenal sejumlah istilah yang kerap digunakan dalam pembuatan makanan. Salah satunya adalah sifting, yakni mengayak tepung terigu, cokelat bubuk, atau susu bubuk untuk menghilangkan gumpalan agar hasil baking lebih baik. Ada pula folding in, teknik mencampur adonan ringan seperti putih telur yang sudah dikocok dengan bahan yang lebih berat seperti tepung terigu, sehingga adonan kue dapat tetap ringan dan konsisten.

Istilah berikutnya adalah beating, yaitu mengocok bahan menggunakan whisk atau mixer agar semua bahan tercampur rata serta adonan menjadi ringan dan halus. Dalam proses mengocok, dikenal pula tahapan soft peak dan hard peak. Soft peak berarti kocok mengembang hingga menyerupai foam lembut; pada tahap ini adonan tampak lebih mengilap dan ketika mixer diangkat masih ada yang menetes. Sementara hard peak adalah kocok kaku, ditandai adonan tidak tumpah saat mangkuk dibalik, warna adonan lebih pucat dan tidak mengilap, serta tidak ada adonan yang menetes ketika mixer diangkat. Tahap hard peak umumnya membutuhkan waktu lebih lama karena perlu lebih banyak udara untuk menghasilkan tekstur yang kaku.