Tren diet bernama “Oatzempic” ramai diperbincangkan di media sosial, terutama TikTok, sejak awal 2024. Oatzempic merujuk pada minuman berbasis oat yang dibuat sendiri di rumah dan diklaim dapat membantu menurunkan berat badan secara cepat. Istilah ini merupakan gabungan dari kata “oats” (oat/gandum) dan “Ozempic”, obat resep untuk diabetes tipe 2 yang juga dikenal memiliki efek menurunkan berat badan.
Popularitas Oatzempic berkembang lewat video resep dan testimoni yang menyebut hasil penurunan berat badan signifikan. Namun, klaim tersebut memunculkan pertanyaan: apakah minuman ini benar-benar seefektif yang disebutkan, dan apakah ada dasar ilmiah yang mendukungnya?
Apa itu Oatzempic dan bagaimana dibuat? Oatzempic pada dasarnya adalah minuman oat yang diblender hingga halus. Resep yang banyak beredar umumnya berisi campuran oat, air (atau alternatif seperti susu almond), serta perasan jeruk nipis. Sejumlah variasi menambahkan bahan lain seperti kayu manis atau biji chia. Campuran tersebut kemudian diblender hingga konsistensinya menyerupai smoothie atau bubur cair, dan ada pula yang menyarankan direndam semalaman seperti konsep overnight oats.
Klaim penurunan berat badan dan perbandingan dengan Ozempic Sejumlah konten di media sosial mengaitkan Oatzempic dengan efek menekan nafsu makan, bahkan menyebut penurunan berat badan dalam waktu singkat. Klaim ini sering dikaitkan dengan kandungan serat dalam oat, terutama beta-glukan, yang dapat membantu rasa kenyang karena memperlambat pencernaan. Jeruk nipis juga kerap disebut sebagai pelengkap yang mendukung tujuan diet.
Meski demikian, Oatzempic tidak memiliki hubungan ilmiah dengan Ozempic. Ozempic (semaglutide) adalah obat resep yang bekerja meniru hormon tertentu yang memengaruhi gula darah dan nafsu makan, termasuk memperlambat pengosongan lambung. Sementara itu, Oatzempic hanya minuman berbahan pangan tanpa kandungan zat aktif farmasi.
Catatan ahli: manfaat oat ada, tetapi klaim ekstrem tidak terbukti Oat dikenal sebagai bahan pangan yang kaya serat dan dapat mendukung kesehatan, termasuk membantu rasa kenyang serta pengelolaan kolesterol dan gula darah. Namun, klaim penurunan berat badan ekstrem dari Oatzempic tidak didukung bukti ilmiah yang kredibel. Penurunan berat badan yang terjadi lebih mungkin berkaitan dengan defisit kalori—misalnya ketika minuman ini menggantikan asupan makanan lain—bukan karena efek khusus yang setara dengan obat resep.
Risiko jika dijadikan pengganti makan Mengandalkan Oatzempic sebagai pengganti makanan utama secara rutin dapat menimbulkan masalah karena minuman ini cenderung tidak mencukupi kebutuhan protein, lemak sehat, dan berbagai mikronutrien penting. Jika dilakukan terus-menerus, kondisi tersebut berisiko memicu kekurangan nutrisi. Selain itu, penurunan berat badan yang terlalu cepat umumnya sulit dipertahankan dan dapat berujung pada pola yo-yo, yakni berat badan kembali naik setelah diet dihentikan.
Peningkatan asupan serat secara mendadak juga dapat memicu keluhan pencernaan seperti kembung pada sebagian orang. Karena itu, konsultasi dengan dokter atau ahli gizi disarankan sebelum mengikuti tren diet, terutama bagi mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu atau berencana menjadikan minuman ini sebagai pengganti makan.
Tren Oatzempic menunjukkan bagaimana resep sederhana dapat cepat viral dan memengaruhi pilihan diet banyak orang. Namun, tanpa bukti ilmiah yang kuat, klaim penurunan berat badan drastis perlu disikapi hati-hati, sementara pola makan seimbang tetap menjadi dasar pendekatan yang lebih aman dan berkelanjutan.

