Tren wellness kerap diasosiasikan dengan rutinitas yang rumit dan biaya yang tidak sedikit. Belakangan, muncul pendekatan yang lebih sederhana dan terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari. Tren yang dikenal sebagai nonnamaxxing ini viral di media sosial dan terinspirasi dari gaya hidup nenek-nenek di Italia.
Alih-alih mengandalkan suplemen mahal atau program kesehatan yang kompleks, nonnamaxxing mengajak orang kembali ke kebiasaan dasar ala “nonna”—sebutan untuk nenek dalam bahasa Italia. Meski ramai di TikTok dan menarik perhatian Gen Z, konsepnya dinilai relevan untuk berbagai kelompok usia.
Inti dari tren ini adalah menjalani hidup dengan ritme yang lebih lambat dan penuh kesadaran. Praktiknya meliputi memasak sendiri di rumah, rutin berjalan kaki, berkebun, makan bersama keluarga, serta mengurangi waktu menatap layar.
Sejumlah kebiasaan yang disorot dalam tren ini disebut memiliki dukungan dari penelitian kesehatan. Studi pada 2020 yang dipublikasikan di American Journal of Preventive Medicine, misalnya, menemukan bahwa berjalan cepat selama 15 menit setiap hari dapat menurunkan risiko kematian dini.
Masak sendiri dan makanan utuh
Memasak makanan sendiri juga dikaitkan dengan kualitas nutrisi yang lebih baik. Sementara itu, makan bersama keluarga disebut membawa manfaat bagi kesehatan fisik sekaligus mental.
Italia dikenal sebagai salah satu negara dengan angka harapan hidup tertinggi. Wilayah Sardinia di Mediterania bahkan termasuk dalam “Blue Zone”, yakni area dengan jumlah penduduk berusia panjang yang tinggi. Pola hidup masyarakat di wilayah ini—seperti aktif bergerak, mengonsumsi makanan alami, dan memiliki hubungan sosial yang kuat—telah lama dikaitkan dengan umur panjang.
Mengurangi paparan layar
Salah satu poin utama dalam nonnamaxxing adalah mengurangi ketergantungan pada smartphone maupun layar digital lainnya. Laurie Singer, pakar kesehatan mental, menyoroti dampak negatif dari paparan gawai yang berlebihan.
“Kita tahu bahwa berinteraksi langsung dengan orang lain jauh lebih baik untuk kesehatan mental dibanding terus-menerus berada di depan layar,” ujarnya, seperti dikutip dari Huffpost.
Ia menambahkan bahwa media sosial kerap memicu perbandingan sosial yang dapat menurunkan rasa percaya diri. Di sisi lain, aktivitas sederhana seperti berkebun, memasak, merajut, atau berjalan santai disebut memiliki manfaat besar.
“Nonnamaxxing mendorong kita untuk benar-benar hadir dalam aktivitas yang nyata, seperti berkebun atau berjalan dengan penuh kesadaran,” kata Laurie. “Hal ini membantu menciptakan rasa tenang dan tujuan hidup,” tambahnya.
Kembali ke kebiasaan dasar
Nonnamaxxing menonjol di tengah tren kesehatan lain karena menekankan kesederhanaan. Pendekatan ini tidak menuntut pembelian produk khusus, tidak bergantung pada aplikasi, dan tidak memerlukan program yang rumit. Fokusnya adalah konsistensi dalam hal-hal mendasar: bergerak, mengonsumsi makanan utuh, menjaga hubungan sosial, serta membangun pola pikir yang seimbang.

