Istilah “aura farming” belakangan ramai digunakan di media sosial dan kian populer setelah viral potongan aksi penari cilik dari ajang Pacu Jalur, lomba dayung tradisional khas Kuantan Singingi, Riau. Aksi penari cilik di atas perahu itu kemudian memunculkan tren yang menyebar luas dengan berbagai sebutan, seperti “Boat Kid Aura Farming” hingga “Aura Farming Kid on the Boat”.
Dalam tren tersebut, Pacu Jalur dan Indonesia turut disebut. Sejumlah figur publik internasional juga ikut meramaikan tren ini, di antaranya bintang NFL Travis Kelce dan YouTuber KSI. Lalu, apa makna istilah “aura farming” yang banyak dipakai warganet?
Aura farming merupakan istilah kekinian atau slang yang akrab di kalangan Generasi Z dan Generasi Alpha. Istilah ini dipakai untuk menggambarkan tindakan atau aspek tertentu dari diri seseorang yang dapat membangun “aura” tersendiri.
Meski tersusun dari kata “aura” dan “farming”, istilah ini tidak dimaknai secara harfiah sebagai sesuatu yang berkaitan dengan pertanian. Penggunaannya mengalami penyesuaian sehingga lebih merujuk pada upaya mengembangkan versi paling keren dari diri sendiri atau menumbuhkan kesan karismatik.
Sebelum tren penari cilik Pacu Jalur mencuat, istilah aura farming sudah jamak digunakan di media sosial saat membahas film, anime, video gim, dan budaya populer lain. Dalam konteks video gim, aura farming kerap merujuk pada aksi memamerkan trik atau kemampuan keren di dalam permainan. Istilah ini sering terdengar di kalangan pemain gim seperti Fortnite, Elden Ring, hingga World of Warcraft.
Di film dan anime, aura farming juga dipakai untuk menggambarkan karakter yang dinilai memiliki pesona “keren” ketika menunjukkan kemampuan atau tampil dominan. Contohnya disebut pada karakter Sung Jin-woo dalam serial anime Solo Leveling saat memamerkan kemampuan yang dianggap tak tertandingi. Contoh lain adalah Timothee Chalamet sebagai Paul Atreides di Dune: Part Two, terutama ketika memimpin ratusan ribu prajurit di Planet Arrakis.
Seiring waktu, pemakaian aura farming meluas ke dunia nyata, termasuk dalam tren penari cilik Pacu Jalur. Penari tersebut dianggap “membangun aura” ketika menari penuh percaya diri di atas perahu yang melaju cepat.
Aura penari cilik itu dinilai semakin menonjol karena gerakannya yang luwes dan tetap tenang meski berada di atas perahu yang bergerak kencang. Penampilannya juga mencuri perhatian karena ia mengenakan kacamata hitam dan mempertahankan ekspresi yang terlihat cool.
Gaya penari anak di Pacu Jalur sebenarnya pernah beberapa kali viral secara internasional. Salah satunya pada 2023, bersamaan dengan keviralan lagu Dom Dom Yes Yes (2022) dari Biser King asal Turki. Dalam beberapa hari terakhir, video penari dan kegiatan Pacu Jalur kembali ramai di dunia maya, kali ini beriringan dengan lagu Young Black & Rich (2025) dari Melly Mike. Tren tersebut membuat semakin banyak orang luar negeri mengenal dan mengikuti vibe dari para penari Pacu Jalur.

