BERITA TERKINI
Matcha Bertransformasi dari Ritual Teh Jepang Menjadi Tren Minuman Global

Matcha Bertransformasi dari Ritual Teh Jepang Menjadi Tren Minuman Global

Matcha kini berkembang melampaui identitasnya sebagai teh hijau. Minuman berwarna hijau lembut ini menjelma menjadi bagian dari tren gaya hidup sehat dan estetika, hadir mulai dari kafe hingga berbagai konten di media sosial.

Sebelum populer secara global, matcha memiliki akar tradisi panjang di Jepang. Minuman ini dikenal sebagai sajian dalam upacara teh tradisional chanoyu, yang menekankan ketenangan, kesederhanaan, serta fokus batin. Pada masa itu, matcha tidak hanya dipandang dari sisi rasa, melainkan juga makna yang menyertainya.

Pembuatan matcha dilakukan dengan proses yang teliti. Daun teh dikukus, dikeringkan tanpa fermentasi, lalu digiling halus hingga menjadi bubuk hijau cerah. Proses ini menghasilkan karakter rasa umami yang khas dan membedakannya dari teh hijau pada umumnya.

Seiring waktu, matcha keluar dari ruang-ruang tradisional dan masuk ke dunia modern. Dari ritual yang hening, matcha kini hadir dalam berbagai sajian kekinian, termasuk latte yang disajikan di gelas praktis dan dihiasi latte art. Bentuk penyajiannya berubah, namun daya tariknya tetap bertahan.

Kenaikan popularitas matcha juga dipengaruhi minat generasi muda yang mencari alternatif selain kopi. Kandungan L-theanine disebut membuat tubuh tetap fokus tanpa efek berdebar yang kerap muncul setelah mengonsumsi kafein berlebihan.

Media sosial turut mempercepat penyebaran tren ini. Konten dengan nuansa hijau pastel kerap muncul di Reels dan TikTok, mendorong matcha tidak sekadar menjadi minuman, tetapi juga simbol gaya hidup yang dianggap tenang dan berkelas.

Di sisi lain, tren matcha memicu kreativitas kuliner. Bubuk matcha kini digunakan dalam beragam makanan, mulai dari es krim, roti, hingga donat. Rasa yang ringan dan warna yang menarik membuatnya mudah diadaptasi sekaligus tampil menonjol dalam sajian.

Perjalanan matcha dari tradisi Jepang hingga kedai modern menunjukkan perubahan cara orang menikmatinya. Meski konteksnya berbeda, momen mengaduk matcha masih dipandang sebagai jeda kecil yang menenangkan di tengah rutinitas, dengan kesan yang tetap sederhana, hijau, dan menenteramkan.