BERITA TERKINI
Mahasiswa Ubaya Olah Kantong Teh Celup Bekas Jadi Dekorasi Rumah

Mahasiswa Ubaya Olah Kantong Teh Celup Bekas Jadi Dekorasi Rumah

Seorang mahasiswa Tugas Akhir Program Studi Desain dan Manajemen Produk Fakultas Industri Kreatif Universitas Surabaya (Ubaya), Jeanne Theresia Mintarja, mengembangkan produk dekorasi rumah dari olahan kantong teh celup bekas. Gagasan tersebut berangkat dari kebiasaan keluarganya yang sering mengonsumsi teh, serta informasi yang ia terima mengenai kandungan mikroplastik pada kantong teh.

Jeanne menilai limbah kantong teh tidak seharusnya langsung dibuang karena berpotensi berdampak buruk bagi lingkungan. Dari situ, ia terdorong mencari cara agar material tersebut dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna.

Riset Jeanne dimulai sejak semester lima dan mencakup seluruh proses, mulai dari pengumpulan bahan hingga pembuatan produk. Ia menyebut tantangan terbesar dalam proyeknya adalah menentukan bentuk produk yang paling sesuai dengan karakter material, sekaligus berpeluang diterima masyarakat.

Dalam proses pengolahan, kantong teh dipilah berdasarkan warna, lalu diblender hingga menjadi bubur bertekstur. Bubur tersebut kemudian dapat diolah menjadi lembaran menyerupai kertas daur ulang atau dijadikan padatan dengan bantuan cetakan.

Hingga kini, Jeanne menghasilkan tiga produk utama berlabel “Dipt”, yaitu tray dekorasi, jam meja, dan lampu meja, masing-masing dengan sejumlah variasi estetika. Ke depan, ia berencana memperluas jenis produk, meningkatkan kerapian hasil akhir, serta mempercepat proses produksi.

Selain itu, Jeanne menyiapkan pengembangan warna dengan menggunakan pewarna makanan agar tetap aman dan organik.

Produk “Dipt” direncanakan dipasarkan dalam pameran tugas akhir pada akhir Januari. Harga produk disebut mulai dari Rp100 ribu, menyesuaikan bentuk serta peralatan yang digunakan, mengingat proses pengerjaan yang panjang dan biaya produksi yang relatif tinggi.