BERITA TERKINI
Mahasiswa KKN UAD dan Kader Posyandu Gelar Pemeriksaan Kesehatan serta Edukasi Gizi untuk Lansia di Padukuhan Pengkok

Mahasiswa KKN UAD dan Kader Posyandu Gelar Pemeriksaan Kesehatan serta Edukasi Gizi untuk Lansia di Padukuhan Pengkok

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bersama kader Posyandu Padukuhan Pengkok menggelar kegiatan pemeriksaan kesehatan dan edukasi gizi bagi warga lanjut usia (lansia) di Balai Padukuhan Pengkok, Kalurahan Pengkok, Kapanewon Patuk, Kabupaten Gunungkidul. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 12 Februari 2026.

Program tersebut merupakan kolaborasi mahasiswa KKN UAD Reguler Periode 155 Unit VIII.A.3 dengan kader posyandu setempat. Roselina Eufrasia Virginia menjadi penanggung jawab program kerja dalam kegiatan yang menyasar warga kategori pra-lansia hingga lansia akhir.

Dalam kegiatan rutin itu, mahasiswa mendampingi kader posyandu memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Pemeriksaan meliputi pengecekan tekanan darah, lingkar pinggang, serta berat badan sebagai bagian dari upaya deteksi dini kondisi kesehatan fisik warga.

Selain pemeriksaan, peserta juga menerima edukasi mengenai pentingnya menjaga pola makan, terutama selama bulan puasa. Roselina menyampaikan bahwa pada usia lanjut, tubuh mengalami banyak perubahan sehingga pola makan perlu diperhatikan agar tidak berlebihan maupun kurang.

Ia menjelaskan sejumlah faktor risiko yang kerap dialami lansia, seperti penurunan nafsu makan, kesulitan mengunyah akibat gigi mulai tanggal, serta sistem pencernaan yang melambat. Karena itu, lansia diedukasi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi melalui asupan karbohidrat sebagai sumber energi, protein untuk menjaga otot dan daya tahan tubuh, serta lemak sehat, vitamin, dan mineral.

“Khusus selama menjalankan ibadah puasa, lansia disarankan untuk tetap minum air putih yang cukup walau tidak merasa haus guna mencegah dehidrasi,” jelasnya.

Edukasi juga menyoroti dampak serius apabila kebutuhan gizi tidak terpenuhi, mulai dari pelemahan otot atau sarcopenia, tubuh lemas yang meningkatkan risiko jatuh, hingga menurunnya imunitas. Malnutrisi yang tidak tertangani disebut dapat menurunkan kemampuan lansia dalam beraktivitas sehari-hari, membuat mereka kurang mandiri, serta meningkatkan risiko kematian.

Untuk membantu mencegah masalah tersebut, warga disarankan menerapkan pola makan sehat dengan frekuensi tiga kali sehari dalam porsi kecil, memilih tekstur makanan yang lebih lunak, serta mengurangi konsumsi makanan yang terlalu asin, manis, dan berlemak.

Melalui kegiatan ini, penyelenggara berharap kesadaran warga Padukuhan Pengkok terhadap pentingnya kontrol kesehatan rutin meningkat, termasuk dukungan keluarga dalam menjaga gizi serta keaktifan fisik para lansia.