Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAS Bima Ambulu dimanfaatkan tidak hanya untuk mengenalkan lingkungan dan budaya belajar, tetapi juga sebagai sarana edukasi serta pelayanan kesehatan bagi remaja. Dalam rangkaian MPLS tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) melaksanakan skrining kesehatan sebagai upaya deteksi dini status gizi siswa-siswi baru.
Pelaksanaan skrining dilakukan melalui kerja sama mahasiswa KKN dengan pihak sekolah. Pemeriksaan yang diberikan mencakup pengukuran tinggi badan (TB), berat badan (BB), serta perhitungan Indeks Massa Tubuh (IMT) sebagai hasil akhir skrining. Proses pemeriksaan berlangsung bergiliran, dimulai dari pencatatan identitas, pengukuran tinggi badan, penimbangan berat badan, hingga pencatatan data untuk menghitung nilai IMT masing-masing peserta.
Pengukuran TB dan BB dinilai sebagai langkah sederhana yang bermanfaat untuk mengetahui kondisi kesehatan, khususnya pada usia remaja yang sedang berada dalam masa pertumbuhan. Dari data tersebut, IMT digunakan sebagai indikator untuk menilai status gizi, apakah termasuk kurus, normal, kelebihan berat badan, atau obesitas. Hasil ini menjadi dasar untuk memberikan edukasi mengenai pola hidup sehat, gizi seimbang, dan pentingnya menjaga berat badan ideal selama masa pertumbuhan.
Selama kegiatan berlangsung, siswa-siswi SMAS Bima Ambulu mengikuti seluruh tahapan pemeriksaan dengan tertib. Antusiasme terlihat sejak proses pendataan hingga pencatatan hasil IMT, dengan suasana kegiatan yang kondusif dan partisipasi aktif dari peserta didik. Selain menghasilkan data status gizi, skrining ini juga dipandang sebagai langkah awal membangun budaya hidup sehat di lingkungan sekolah melalui deteksi dini kondisi kesehatan remaja.
Bagi pihak sekolah, hasil skrining diharapkan dapat menjadi data awal untuk memantau kondisi kesehatan peserta didik selama menempuh pendidikan. Data tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun program kesehatan sekolah yang lebih tepat sasaran, baik melalui kegiatan olahraga, edukasi gizi, maupun kerja sama dengan fasilitas pelayanan kesehatan setempat.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN menegaskan bentuk pengabdian kepada masyarakat dapat dilakukan melalui program sederhana yang memberi manfaat langsung. Skrining kesehatan pada siswa-siswi MPLS SMAS Bima Ambulu menjadi salah satu kontribusi dalam mendukung terbentuknya generasi muda yang sehat, produktif, serta memiliki kesadaran untuk menjaga status gizi dan kesehatan sejak usia remaja. Kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan untuk memperkuat upaya promotif dan preventif di lingkungan sekolah, sekaligus mendorong sinergi antara perguruan tinggi, sekolah, dan masyarakat.

