Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar penyuluhan kesehatan tentang pengelolaan hipertensi bagi lansia di Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) Mawar 2, Desa Gadingan, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo. Kegiatan ini menitikberatkan pada edukasi pengaturan makanan serta pengenalan akupresur sebagai terapi pendamping.
Ketua Tim KKN Tematik FIK UMS di Desa Gadingan, Muhammad Dafa Abdan, bersama rekan-rekannya—Eryna Revalina Rahayuningsih, Hawa Nayra, Nadia Kusuma Ningrum, Hemas Sahda Kayana Seputra, Naswa Azahra Nadiana, Asterika Indah Nuraini, Prismaninda Diva Ramadhani, Tri Sofiananingtyas, dan Tiara Adriyani—mengawali kegiatan dengan membagikan kuesioner pretest. Langkah tersebut dilakukan untuk mengukur pengetahuan awal peserta mengenai hipertensi.
Dalam penyuluhan, mahasiswa menyampaikan materi pengelolaan hipertensi melalui pengaturan makanan, antara lain dengan membatasi konsumsi garam, gula, dan lemak, serta memperbanyak konsumsi sayur, buah, dan sumber protein dengan gizi seimbang. Muhammad Dafa menjelaskan kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran lansia dalam mengelola hipertensi melalui perubahan pola hidup yang lebih sehat.
“Kami berharap penyuluhan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan peserta, tetapi juga mendorong lansia untuk menerapkan pola makan sehat serta memanfaatkan akupresur sebagai terapi pendamping yang dapat dilakukan secara mandiri. Dengan demikian, lansia dapat lebih optimal dalam mengelola hipertensi dan meningkatkan kualitas hidupnya,” ujar Muhammad Dafa, Jumat (17/7/2026).
Selain menerima materi dan berdiskusi, para peserta juga mengikuti praktik teknik pijat akupresur yang dipandu mahasiswa. Praktik ini diperkenalkan sebagai salah satu upaya pendamping untuk membantu mengurangi keluhan terkait hipertensi. Kegiatan kemudian ditutup dengan pengisian kuesioner posttest untuk mengukur pengetahuan peserta setelah mengikuti rangkaian penyuluhan.
Berdasarkan analisis statistik yang dilakukan mahasiswa terhadap data pretest dan posttest, terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan mengenai pengelolaan hipertensi setelah peserta mengikuti edukasi dan praktik akupresur. Hasil tersebut menunjukkan pemahaman lansia meningkat terkait pentingnya menjaga tekanan darah tetap terkontrol melalui pola makan sehat dan gaya hidup yang lebih baik.
Antusiasme peserta terlihat saat kegiatan penyuluhan yang berlangsung Sabtu (20/6/2026). Para lansia aktif menyimak materi, berdiskusi, dan mengikuti praktik akupresur. Sejumlah peserta mengaku mulai menerapkan pola makan yang lebih sehat dengan memperbanyak konsumsi sayuran serta mengurangi penggunaan garam dan gula dalam makanan sehari-hari untuk membantu menjaga tekanan darah tetap terkontrol.
“Enak juga, mbak, kalau dipijat kayak gini,” kata Ati Yulaikha, salah satu peserta penyuluhan, usai mengikuti praktik akupresur.

