BERITA TERKINI
Kue Tuli-Tuli Khas Kendari: Berawal dari Ngidam, Usaha Nuraeny Tumbuh Sejak 2017

Kue Tuli-Tuli Khas Kendari: Berawal dari Ngidam, Usaha Nuraeny Tumbuh Sejak 2017

Kue tuli-tuli merupakan jajanan tradisional khas Buton yang juga dikenal di Kendari, Sulawesi Tenggara. Kue berbentuk angka delapan ini dibuat dari tepung ubi atau singkong yang diparut lalu diolah menjadi adonan. Rasanya gurih dan biasanya dinikmati bersama sambal.

Pemilik usaha kuliner kue tuli-tuli, Nuraeny Nurdin, mengembangkan jajanan tersebut setelah kesulitan menemukannya saat mengidam ketika hamil anak ketiga. Saat itu, menurut Nuraeny, kue tuli-tuli belum tersedia di Kendari.

“Awalnya itu dari rasa ngidam saat mengandung anak ketiga. Saya ngidam ingin makan tuli-tuli karena saat itu di Kendari jajanan ini memang tidak ada,” ujar Nuraeny saat berbincang bersama Pro3 RRI Jakarta, Minggu, 6 September 2026.

Nuraeny mengatakan, kue tuli-tuli lebih mudah ditemukan di daerah Buton. Karena sulit mendapatkannya di Kendari, ia kemudian berinisiatif membuatnya sendiri. Upaya tersebut berkembang menjadi usaha yang terus berjalan sejak 2017 dan kini melayani berbagai kalangan.

Ia menuturkan, kue tuli-tuli yang sebelumnya lebih dikenal oleh masyarakat Buton, kini dinikmati oleh berbagai suku. Pengiriman ke luar daerah juga kerap dilakukan, termasuk ke Bali, karena kue tersebut sering dibawa sebagai oleh-oleh.

“Yang tadinya hanya orang-orang tertentu dari daerah Buton saja, tapi lama-lama sudah dirasakan semua suku. Kalau untuk dikirim ke daerah Bali sering, karena orang yang ada di sini membawanya sebagai oleh-oleh,” kata Nuraeny.

Untuk penjualan, kue tuli-tuli buatan Nuraeny dibanderol Rp10 ribu per delapan buah, termasuk sambal sebagai pelengkap. Dari usaha ini, ia menyebut omzet yang diperoleh mencapai lebih dari Rp30 juta per bulan.

Dalam menjalankan produksi, Nuraeny dibantu suaminya tanpa pegawai tambahan. Produksi dilakukan hampir setiap hari selama bahan baku tersedia, dan akan berhenti ketika stok bahan baku kosong.

“Kami libur (tidak produksi) kalau stok bahan bakunya sedang kosong. Apalagi sekarang kondisi kami sedang kekeringan,” ucapnya.