BERITA TERKINI
Kolaborasi Literasi Meriahkan CFD Bojonegoro, Hadirkan Ruang Baca Ramah Keluarga

Kolaborasi Literasi Meriahkan CFD Bojonegoro, Hadirkan Ruang Baca Ramah Keluarga

Suasana Car Free Day (CFD) di alun-alun Bojonegoro, Minggu pagi (25/01/2026), terasa berbeda. Di tengah keramaian warga yang berolahraga dan berburu kuliner, kegiatan literasi turut mewarnai ruang publik tersebut melalui dongeng dan aktivitas membaca bagi anak-anak.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Bojonegoro yang dikoordinasikan Dinas Perpustakaan dan Arsip bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Bojonegoro, Kampung Mendongeng, serta TK ABA 1 Bojonegoro. Sinergi tersebut menghadirkan ruang literasi terbuka yang interaktif dan ramah keluarga, sekaligus menjadi upaya mendekatkan layanan publik kepada masyarakat dan mendukung pendidikan dasar keluarga sejak usia dini.

Sejumlah aktivitas digelar untuk menarik minat anak-anak. Mobil Perpustakaan Keliling menyediakan koleksi bacaan, sesi mendongeng dibawakan anggota DWP dan pegiat Kampung Mendongeng, sementara siswa-siswi TK ABA 1 tampil dengan pertunjukan kreatif yang menambah semarak suasana. Kehadiran orang tua yang mendampingi anak-anak turut menciptakan suasana hangat dan edukatif.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Bojonegoro, Erick Firdaus, mengapresiasi kolaborasi lintas sektor dalam pelaksanaan CFD kali ini. Ia menyebut kegiatan tersebut menjadi momen istimewa karena untuk pertama kalinya CFD Perpustakaan Keliling berkolaborasi dengan DWP Kabupaten Bojonegoro.

Erick mengajak masyarakat untuk terus menggalakkan budaya membaca. Menurutnya, anak-anak saat ini cenderung lebih dekat dengan gawai dibandingkan buku. Melalui kegiatan yang dikemas secara menyenangkan, ia berharap kegemaran membaca dapat kembali tumbuh dan menjadi kebiasaan.

Ia juga berharap kegiatan literasi di CFD tidak berhenti sebagai agenda seremonial, melainkan dapat menjadi rutinitas yang dinanti masyarakat. Dengan sinergi pemerintah daerah, organisasi wanita, sekolah, serta peran aktif orang tua, budaya literasi di Kabupaten Bojonegoro diharapkan semakin menguat.

Ketua DWP Kabupaten Bojonegoro, Emi Edi Susanto, menilai literasi menjadi kebutuhan penting di tengah tantangan era digital. Ia menekankan literasi tidak hanya berarti kemampuan membaca, tetapi juga bekal anak untuk menyaring dan memahami informasi sejak usia dini.

Emi berharap anak-anak, khususnya usia TK dan anak usia dini, memiliki pemahaman bahwa literasi diperlukan di era digital. Ia juga menyoroti peran ibu sebagai pendidik pertama di keluarga untuk menjadi teladan, sehingga keterlibatan orang tua berjalan seiring dengan aktivitas anak.

Ke depan, DWP Kabupaten Bojonegoro merancang lima program literasi. Program tersebut meliputi sosialisasi pentingnya literasi berkolaborasi dengan Dinas Perpustakaan dan Arsip, penyediaan pojok baca DWP, kegiatan review buku oleh anggota DWP, pelatihan literasi keluarga dan pengelolaan kearsipan, serta program literasi berkelanjutan berupa kegiatan mendongeng dan pentas seni TK binaan yang dijadwalkan rutin setiap bulan.

Selain itu, DWP juga mendorong peningkatan kunjungan edukatif ke Dinas Perpustakaan dan Arsip agar anak-anak dapat mengenal layanan arsip dan perpustakaan secara langsung sebagai bagian dari upaya menanamkan budaya literasi sejak dini.

Melalui kegiatan ini, CFD di Bojonegoro tidak hanya menjadi ruang berolahraga dan bersantai, tetapi juga ruang belajar bersama yang menyenangkan. Dari ruang publik, semangat literasi diharapkan tumbuh dan mengakar di keluarga.