Rodri kembali memicu spekulasi soal masa depannya di Manchester City setelah memberikan jawaban yang tidak tegas ketika ditanya mengenai kemungkinan pindah ke Real Madrid. Di saat yang sama, gelandang asal Spanyol itu mengakui adanya rasa frustrasi di tubuh tim karena City dinilai kesulitan mengunci kemenangan dalam beberapa kesempatan.
Nama Rodri terus dikaitkan dengan Real Madrid dalam beberapa waktu terakhir. Meski masih menjadi sosok kunci di lini tengah tim asuhan Pep Guardiola, ia disebut-sebut masuk daftar prioritas klub ibu kota Spanyol sebagai figur penting untuk memimpin generasi baru pemain mereka.
Dalam penampilan publik terbarunya, Rodri tidak berupaya meredam rumor tersebut. Ketika ditanya apakah ia berencana meninggalkan Manchester pada akhir musim, pemain berusia 29 tahun itu menolak memberikan jawaban pasti.
“Tidak, tidak. Saya tidak akan menjawab pertanyaan itu. Saat ini waktunya untuk memikirkan apa yang kami miliki sekarang, bersama tim saya, tentang musim saya, yang cukup banyak, dan nanti kita lihat saja,” kata Rodri.
Ketidakjelasan masa depannya muncul bersamaan dengan sorotan terhadap performa City yang disebut mulai kehilangan ketajaman. Usai hasil imbang 1-1 melawan West Ham, Rodri mengungkapkan bahwa masalah di sepertiga akhir lapangan kembali menjadi kendala utama.
“Ya, sedikit frustrasi, tapi itulah tema utama musim ini. Kami kesulitan di sepertiga akhir,” ujarnya. “‘Sepertiga akhir,’ seperti yang mereka katakan di Inggris. Kualitas untuk mencetak gol penentu. Mungkin hal itu merugikan kami, tapi dalam sepak bola, hal terpenting adalah memasukkan bola ke gawang.”
Dari sisi kontrak, Manchester City masih berada dalam posisi relatif aman karena masa kerja Rodri baru berakhir pada 2027. Namun, belum adanya pembaruan kontrak belakangan ini ikut memunculkan kekhawatiran, terlebih dengan nilai pasar yang disebut berada di kisaran €65 juta. City berpotensi menghadapi risiko penurunan nilai jika situasi berlarut hingga mendekati tahun terakhir kontrak.
Untuk saat ini, Rodri menegaskan fokus utamanya adalah membantu City bangkit dan menjaga ambisi mereka di kompetisi Eropa. City dijadwalkan menghadapi Real Madrid pada Selasa dalam leg kedua babak 16 besar Liga Champions, setelah leg pertama berakhir 3-0 untuk keunggulan Madrid.

