BERITA TERKINI
Kisah Tiffani Tjendra dari Medan: Pernah Jual Jajanan di Sekolah hingga Tampil di Billboard Kampanye Coolvita

Kisah Tiffani Tjendra dari Medan: Pernah Jual Jajanan di Sekolah hingga Tampil di Billboard Kampanye Coolvita

MEDAN — Nama Tiffani Tjendra, perempuan muda asal Medan, belakangan menarik perhatian setelah wajahnya muncul di billboard berukuran besar di sejumlah kota di Indonesia. Ia terlibat sebagai wajah kampanye produk kesehatan dan perawatan pribadi Coolvita. Di balik sorotan tersebut, Tiffani menyebut pencapaiannya bukan datang secara instan, melainkan melalui proses panjang yang ia jalani sejak kecil.

Tiffani bercerita, ia mulai terbiasa mandiri sejak usia 10 tahun. Ia tumbuh sebagai anak yatim dan memanfaatkan waktu istirahat sekolah untuk menjajakan jajanan dari kelas ke kelas, dengan tujuan membantu ekonomi keluarga sekaligus menabung untuk pendidikan. “Aku cuma anak kecil yang jualan biar bisa punya uang jajan,” ujarnya saat ditemui pada Selasa (24/06).

Menurut Tiffani, salah satu hal yang paling ia syukuri dari perjalanan yang ia tempuh adalah kesempatan untuk kembali ke Medan dan berbagi cerita kepada anak-anak di sana. “Hari ini aku berdiri di billboard di seluruh Indonesia. Tapi yang paling aku syukuri? Bisa balik ke Medan dan cerita ke adik-adik di sana bahwa mimpi mereka juga penting,” katanya.

Dalam perjalanan pendidikan, Tiffani menempuh kuliah di Universitas Pelita Harapan. Di tengah aktivitas akademik, ia mulai merintis usaha. Ia membangun dua bisnis, yakni Pisang Kipas Presiden dan Wang Birdnest, merek sarang burung walet yang disebutnya mulai dikenal di pasar lokal.

Selain berwirausaha, Tiffani juga aktif sebagai konten kreator. Ia kerap mengangkat tema perjuangan hidup, kesehatan mental, serta motivasi bagi anak muda. Gaya penyampaiannya yang ia sebut apa adanya membuat pesannya diterima oleh beragam kalangan, terutama generasi muda.

Kiprahnya di ruang publik turut membawanya menjadi pembicara di berbagai kampus dan komunitas. Dalam forum-forum tersebut, ia membagikan pengalaman hidupnya untuk mendorong anak muda agar tidak menyerah pada keterbatasan.

Pencapaian yang paling terlihat saat ini, menurut Tiffani, adalah keterlibatannya dalam kampanye nasional Coolvita. Ia tampil di billboard pada sepuluh titik, antara lain Stasiun Tanah Abang, Sudirman, Gambir, Manggarai, Jakarta Kota, PIK 2, Jalan Riau Bandung, STC Senayan, dan Fore Bali.

Meski demikian, Tiffani menegaskan kemunculannya di billboard tidak ia maknai sebagai soal popularitas. “Billboard itu bukan tentang ketenaran. Tapi tentang pesan. Bahwa siapa pun, bahkan seorang anak yatim yang dulu cuma jualan di kelas, bisa sampai ke sana asal tidak berhenti melangkah,” ujarnya.

Melalui pengalamannya, Tiffani berharap kisahnya dapat menjadi pengingat bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk meraih impian. Ia menyebut kerja keras, konsistensi, dan keberanian untuk terus melangkah sebagai hal yang ia pegang, sekaligus mendorong anak muda yang tengah berjuang untuk tetap menguatkan diri.