JAKARTA — Kisah Angelina, seorang mualaf yang kini menggunakan nama Alisha, menarik perhatian setelah ia menceritakan pengalamannya bisa berangkat umrah usai membeli jajanan seharga Rp10 ribu dari anak-anak di jalan.
Alisha menuturkan, sejak memeluk Islam ia merasakan perubahan besar dalam kehidupannya. Ia mengingat masa sebelum berhijrah ketika belum mengenakan hijab dan mengaku kerap menghabiskan waktu untuk hal-hal yang dinilainya kurang bermanfaat.
“Dulu itu saya beda banget, saya enggak pakai hijab. Terus perkumpulan sehari-hari saya itu sering sekali menghabiskan waktu yang tidak bermanfaat,” ujarnya seperti dikutip dari muslim.okezone.com, Rabu (25/12/2024).
Ia juga menyampaikan bahwa dirinya kini merasakan ketenangan batin. Menurut Alisha, ketika emosi sempat tidak stabil, ia berusaha mencari ketenangan melalui ibadah.
“Alhamdulillah saya lebih sabar, ya walaupun ada beberapa minggu lalu itu emosional saya lagi goncang, lagi susah diatur, tapi alhamdulillah saya sholat minta ketenangan, ketenteraman hati saya,” tuturnya.
Dalam ceritanya, Alisha mengaitkan momen keberangkatan umrah dengan tindakan sederhana yang ia lakukan di jalan. Saat itu, ia membeli jajanan yang dibawa anak-anak dalam keranjang, berupa kue yang ia sebut seperti tar susu, seharga Rp10 ribu. Meski tidak memakannya, ia mengatakan jajanan tersebut kemudian diberikan kepada orang di rumah.
“Jadi di keranjang itu bawa kue kayak tar susu. Jadi saya beli harga Rp10 ribu. Walaupun saya enggak makan, jadi saya kasih ke orang rumah,” jelasnya.
Tidak lama setelah kejadian itu, Alisha mengaku menerima pesan melalui direct message dari seseorang yang menyampaikan bahwa dirinya mendapatkan hadiah umrah. Ia menyebut hadiah tersebut sebagai sesuatu yang datang di luar perkiraan.
“Masya Allah, Tabarakallah, Allah mengirimkan hadiah begitu besar yang tidak pernah saya kira-kira ya. Allah mengundang saya ke Tanah Suci. Begitu luar biasa yang Allah berikan kepadaku,” ucapnya.
Sebelum menerima hadiah itu, Alisha mengatakan dirinya sudah memiliki rencana untuk berangkat ke Tanah Suci dengan cara menabung. Ia bahkan menghitung perkiraan kebutuhan biaya berdasarkan tabungan bulanan.
“Punya celengan untuk saya ke Tanah Suci. Saya hitung satu bulan segini, setahun segini. Ya saya hitung kira-kira berapa biaya untuk ke Tanah Suci,” ungkapnya.
Setibanya di Tanah Suci, Alisha mengaku terharu dan menangis karena tidak menyangka bisa mendapat kesempatan beribadah di sana.
“Menangis terharu, kok bisa Allah pilih saya gitu,” ujarnya.
Pengalaman tersebut, menurut Alisha, mendorongnya untuk menginspirasi lebih banyak orang agar dapat menunaikan ibadah umrah atau haji. Ia menyebut kini menjalankan usaha travel umrah bernama Alesha Tour sebagai sarana untuk membantu orang lain pergi ke Tanah Suci.

