BERITA TERKINI
Karolin Dorong Orang Tua di Landak Utamakan Pangan Lokal, Kesehatan, dan Pendidikan Anak untuk Tekan Stunting

Karolin Dorong Orang Tua di Landak Utamakan Pangan Lokal, Kesehatan, dan Pendidikan Anak untuk Tekan Stunting

Bupati Landak Karolin Margret Natasa mengajak masyarakat kembali mengutamakan konsumsi pangan lokal untuk meningkatkan gizi keluarga sekaligus menekan angka stunting di Kabupaten Landak. Ajakan itu disampaikan saat ia menghadiri kegiatan Sunat Massal dan Cek Kesehatan Gratis di Puskesmas Simpang Tiga, Kecamatan Banyuke Hulu, Senin (20/7).

Dalam kesempatan tersebut, Karolin menekankan pentingnya pola hidup sehat, pelayanan kesehatan, serta pendidikan bagi anak. Ia terlebih dahulu mengingatkan para orang tua agar mengikuti petunjuk tenaga kesehatan dalam merawat luka anak setelah menjalani sunat.

Karolin meminta masyarakat tidak menggunakan bahan-bahan tradisional yang tidak dianjurkan secara medis. “Obatnya diminum, lukanya tolong jangan diberi daun kayu, kopi, atau apapun selain daripada obat yang diberikan dari Puskesmas,” ujarnya.

Menurut Karolin, penggunaan bahan yang tidak sesuai pada luka dapat meningkatkan risiko infeksi. Kondisi tersebut berpotensi memicu demam tinggi hingga kejang, sehingga penanganan kesehatan sebaiknya diserahkan kepada tenaga medis.

Karolin juga menyoroti masih tingginya angka stunting di Kabupaten Landak. Ia mengimbau keluarga lebih cermat memilih makanan untuk anak, terutama pada masa pertumbuhan dan pemulihan.

Ia menyarankan masyarakat memanfaatkan bahan pangan lokal yang mudah diperoleh dan memiliki kandungan gizi baik, seperti tahu, tempe, sayuran, serta berbagai jenis kacang-kacangan. Karolin menilai pilihan tersebut lebih baik dibanding makanan olahan tertentu. “Itu lebih bagus daripada makan sosis, nugget, makanan-makanan yang kayaknya mahal belum tentu bagus,” katanya.

Selain berdampak pada anak, Karolin menilai pola konsumsi yang kurang sehat juga berpengaruh pada kesehatan orang dewasa. Ia mengaku prihatin karena kasus stroke, penyakit jantung, dan gagal ginjal mulai banyak ditemukan pada kelompok usia produktif sekitar 30 hingga 40 tahun di Kabupaten Landak.

Karena itu, ia mengajak masyarakat memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan di puskesmas secara rutin agar penyakit dapat diketahui lebih awal. Ia juga mengingatkan warga agar tidak mudah percaya pada informasi yang tidak benar, termasuk anggapan bahwa obat dari dokter dapat merusak ginjal.

Di sisi lain, Karolin menegaskan pendidikan sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan anak. Ia meminta para orang tua mengawasi penggunaan gawai agar tidak mengganggu kegiatan belajar, serta memastikan anak tetap bersekolah setidaknya hingga jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA). “Tolong Ibu, biarpun mamaknya sampai begadai, anak harus bisa sekolah,” tegasnya.