Venezuela diperkirakan harus menutup sebagian sumur minyaknya dalam waktu dekat karena kapasitas penyimpanan kian menipis. Kondisi ini terjadi setelah penyitaan sebuah kapal tanker pekan lalu serta rencana Amerika Serikat untuk memblokir kapal-kapal lain yang terkena sanksi.
Menurut sumber yang mengetahui situasi tersebut, fasilitas penyimpanan minyak utama Venezuela dan kapal-kapal tanker yang berada di terminalnya cepat terisi. Kapasitas gabungan itu diperkirakan akan mencapai batas maksimum dalam sekitar 10 hari.
Apabila kapasitas penyimpanan benar-benar penuh, perusahaan minyak milik negara Petróleos de Venezuela SA (PDVSA) dapat terpaksa menghentikan operasi di sebagian sumur produksi. Saat ini, produksi PDVSA disebut mendekati 1 juta barel per hari.
Di sisi lain, Chevron Corp. menyatakan tetap melanjutkan produksi dari usaha patungannya dengan PDVSA “tanpa gangguan” dan menegaskan perusahaan mematuhi seluruh peraturan hukum yang berlaku, menurut pernyataan pada Rabu.

