Penumpang kereta api kini dapat menikmati aneka kuliner khas Banyuwangi selama perjalanan. KAI Services bekerja sama dengan pelaku UMKM lokal untuk menghadirkan menu tradisional Banyuwangi melalui layanan restorasi kereta api.
Manager Corporate Communication KAI Services, Nyoman Suardhita, mengatakan ada dua UMKM Banyuwangi yang terlibat dalam penyediaan menu, yakni Warung Mbok Wah dan Srengenge Wetan.
Warung Mbok Wah dikenal dengan nasi tempong, kuliner khas Banyuwangi berupa lalapan dengan sambal pedas berbahan tomat ranti. Penumpang dapat memilih tiga varian, yaitu nasi tempong ayam, nasi tempong udang, dan nasi tempong telur.
Sementara itu, Srengenge Wetan menyajikan beberapa menu unggulan seperti ayam lodoh, nasi bakar, plencing ayam, serta nasi tempong ayam. Nyoman menyebut seluruh kuliner tersebut dapat dinikmati di kereta api yang berelasi dengan Stasiun Banyuwangi, Jumat (29/5/2026).
Menu khas Banyuwangi ini tersedia di sejumlah perjalanan kereta api tujuan Ketapang dan Banyuwangi, antara lain KA Sangkuriang relasi Bandung–Ketapang, KA Blambangan Ekspres relasi Pasar Senen–Ketapang, KA Wijaya Kusuma relasi Cilacap–Ketapang, hingga KA Logawa relasi Purwokerto–Banyuwangi.
Region Head Regional 9 Jember KAI Services, Yullyandra Mursyal, menambahkan bahwa sajian khas Banyuwangi mulai hadir di restorasi kereta sejak Mei 2026. Menurutnya, meski baru diluncurkan, respons penumpang tergolong positif. Dalam satu kali perjalanan, rata-rata 10 hingga 20 porsi menu khas Banyuwangi disebut terjual habis setiap hari.
“Menu ini dimasak langsung oleh mitra. Jadi dari segi rasa tidak perlu diragukan. Oleh mitra, menu dikirim dari stasiun untuk dijual di restorasi,” kata Yullyandra.
KAI Services berharap kehadiran kuliner khas Banyuwangi di kereta api dapat menjadi pilihan bagi penumpang sekaligus memperkenalkan kekayaan kuliner nusantara kepada masyarakat luas.

