Da Nang Food Tour 2026 mengusung tema “Intisari Masakan Quang Nam” dengan memadukan pengalaman kuliner, festival, dan gaya hidup. Agenda ini digelar untuk membangun daya tarik khas sekaligus berkontribusi pada peningkatan pariwisata kota, dengan menghadirkan ruang bagi warga lokal dan wisatawan untuk mengenal lebih dekat budaya, masyarakat, dan semangat kebersamaan yang melekat pada Da Nang.
Dalam kegiatan tersebut, Larue tercatat sebagai mitra strategis. Kehadiran Larue disebut menjadi bagian dari rangkaian perayaan budaya kuliner lokal melalui pengalaman yang berlangsung di East Sea Park dan Tam Thanh Beach Square, dengan sejumlah aktivitas yang menggabungkan makanan, musik, dan interaksi komunitas.
Larue dikenal sebagai merek bir yang telah hadir dan dicintai masyarakat Vietnam Tengah selama lebih dari satu abad. Bagi banyak generasi, khususnya di Da Nang, Larue digambarkan bukan hanya sebagai rasa yang akrab dalam berbagai pertemuan, tetapi juga melekat pada momen kebersamaan dan kehidupan sehari-hari warga setempat.
Sejak hari pertama penyelenggaraan, area “Kuliner Khas Quang Nam” menjadi salah satu titik yang ramai dikunjungi. Beragam hidangan khas Da Nang dan Vietnam Tengah disajikan dalam suasana festival yang berlangsung dari siang hingga malam, menghadirkan atmosfer meriah di kawasan pantai.
Di area festival, Larue menghadirkan ruang terbuka menghadap laut yang menjadi tempat pengunjung menikmati hidangan khas Da Nang dan Vietnam Tengah. Pemandangan anak muda, keluarga, dan wisatawan internasional yang berkumpul di sekitar sajian lokal di tengah suasana pesisir turut menonjolkan pengalaman kebersamaan yang menjadi salah satu karakter festival.
Salah satu sorotan yang disebut menarik perhatian adalah ruang bertema “Larue – Kebanggaan Budaya Kuliner Da Nang”. Di area ini, sejumlah ikon seperti Jembatan Naga dan rumah-rumah kuno Hoi An ditampilkan bersama narasi sejarah Larue yang telah berusia lebih dari seabad dan dikaitkan dengan kota tersebut.
Selain itu, pawai “Cita Rasa Da Nang” di sepanjang rute pantai turut memeriahkan acara. Pawai menampilkan pikulan berisi makanan khas lokal, diiringi musik dan suasana riang, yang mengubah kawasan pantai menjadi pengalaman luar ruang yang semarak.
Di gerai Larue, pengunjung menikmati musik dan hidangan khas sambil berkumpul dalam suasana yang digambarkan hangat. Penyelenggara menekankan bahwa keramaian di area ini tidak hanya dibentuk oleh makanan dan musik, tetapi juga oleh interaksi sosial, ketika orang-orang duduk bersama, berbincang, dan berbagi momen di ruang festival.
Unsur budaya lokal juga ditampilkan melalui pertunjukan Bài Chòi komunitas di stan Larue. Di tengah suasana pantai pada malam hari, nyanyian Bài Chòi disebut mengundang partisipasi pengunjung, termasuk wisatawan yang baru pertama kali menyaksikannya, melalui interaksi dengan para pengrajin lokal.
Menurut keterangan dalam rangkaian acara, Bài Chòi dipandang sebagai seni rakyat yang akrab di Vietnam Tengah dan merefleksikan budaya komunitas—ruang berkumpul, berbagi kegembiraan, dan terhubung melalui musik serta dialog rakyat. Partisipasi Larue dalam kegiatan tersebut juga disebut sebagai upaya mendukung penyebaran nilai budaya lokal dan pelestarian “warisan rakyat” di dalam komunitas.
Dengan rangkaian jamuan kuliner di tepi pantai, eksplorasi makanan khas, hingga pertunjukan seni rakyat, Da Nang Food Tour 2026 digambarkan melampaui konsep festival makanan semata. Acara ini menjadi wadah untuk menceritakan kembali budaya lokal melalui pengalaman langsung, emosi, dan koneksi antarpengunjung di ruang publik kota.

