Harga sejumlah bumbu dapur di Pasar Olah Bebaya Melak, Kecamatan Melak, Kabupaten Kutai Barat, terpantau masih stabil pada H-12 menjelang Hari Raya Idulfitri. Meski beberapa bahan baku mengalami kenaikan, pedagang masih mempertahankan harga jual kepada masyarakat.
Salah satu pedagang bumbu dapur, Daeng Lijenk, mengatakan hingga kini belum ada kenaikan harga bumbu yang ia jual. Menurutnya, kondisi tersebut membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dapur selama Ramadan.
"Kalau untuk harga bumbu yang saya jual masih tetap, belum ada kenaikan sampai sekarang," kata Daeng Lijenk saat ditemui di Pasar Olah Bebaya Melak, Senin (9/3/2026).
Ia menjelaskan, selama bulan Ramadan terjadi peningkatan penjualan bumbu rempah dibanding bulan sebelumnya. Peningkatan itu diperkirakan sekitar 30 persen, seiring kebutuhan masyarakat untuk memasak menu berbuka puasa, sahur, serta untuk berdagang takjil.
"Selama Ramadan ini ada peningkatan sekitar 30 persen dari bulan kemarin. Rata-rata bumbu yang dicari semua ada, seperti bumbu merah, sop, kari, rawon, dan yang paling sering dicari itu rica sama sop," ujarnya.
Daeng Lijenk menambahkan, bumbu dijual sekitar Rp130 ribu per kilogram. Namun, sebagian besar pembeli umumnya membeli per porsi dengan harga berkisar Rp20 ribu hingga Rp30 ribu.
Ia menyebut sejumlah bahan baku mengalami kenaikan, mulai dari bawang merah, bawang putih, bawang bombai, serai, kemiri, hingga rempah-rempah seperti cengkeh dan merica. Meski demikian, harga jual bumbu masih dipertahankan.
Menurutnya, kenaikan harga bumbu kemungkinan baru dilakukan jika harga bahan baku tertentu, khususnya bawang merah, melonjak di atas Rp50 ribu per kilogram.
"Kalau bawang merah naik di atas Rp50 ribu, mau tidak mau harga bumbu juga ikut dinaikkan. Tapi sekarang masih standar, jadi belum kami naikkan," ucapnya.

