JAKARTA — Industri kuliner di Indonesia menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam satu dekade terakhir. Beragam konsep makanan, dari kuliner tradisional hingga restoran cepat saji modern, terus berkembang dan menjangkau berbagai daerah, termasuk kawasan wisata serta wilayah penyangga kota-kota besar.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya mobilitas masyarakat, perubahan gaya hidup, dan berkembangnya sektor pariwisata nasional. Kehadiran pelaku usaha kuliner di berbagai wilayah juga dinilai turut menggerakkan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja, serta memperkuat rantai pasok bahan baku lokal.
Kontribusi terhadap penguatan rantai pasok tercermin melalui kemitraan dengan pemasok lokal di berbagai wilayah. McDonald’s Indonesia, misalnya, menyebut sekitar 76 persen bahan baku operasionalnya berasal dari dalam negeri. Bahan baku tersebut meliputi ayam, sayuran, telur, beras, cabai, dan minyak goreng yang diproduksi mitra lokal sesuai standar halal.
Associate Director of Operations PT Rekso Nasional Food, Wawan Setiawan, mengatakan perusahaan menjalin kemitraan dengan pemasok setempat untuk mendukung operasional dan memastikan pasokan bahan baku berkualitas. Kemitraan itu mencakup pemasok di Sentul, Parung, dan Megamendung.
“Untuk mendukung operasional dan memastikan supply bahan baku berkualitas, kami menjalin kemitraan dengan pemasok setempat, termasuk yang berada di wilayah Sentul, Parung, dan Megamendung. Pendekatan ini menegaskan komitmen panjang McDonald’s Indonesia dalam membangun ekosistem rantai pasok lokal berbasis kepercayaan, gotong-royong, dan berkelanjutan,” ujar Wawan dalam keterangan pers, Selasa (24/2/2026).
Ia menambahkan, perusahaan ingin terus tumbuh bersama para mitra sekaligus menghadirkan manfaat ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat sekitar.
Memasuki 35 tahun beroperasi di Indonesia, McDonald’s yang dikelola Rekso Nasional Food menyatakan komitmennya untuk tumbuh bersama masyarakat dan berkontribusi pada perekonomian nasional. Salah satu wujudnya melalui pembukaan restoran di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Menurut Wawan, lokasi tersebut menjadi restoran kesembilan di Kabupaten Bogor dan bagian dari ekspansi berkelanjutan perusahaan. Kehadirannya diarahkan untuk mendorong penciptaan lapangan kerja, pengembangan talenta lokal, serta penguatan ekosistem ekonomi daerah melalui penggunaan rantai pasok domestik, terutama di kawasan wisata strategis.
Director of Store Development Group Rekso Nasional Food, Ratna Wirahadikusumah, menyebut secara nasional McDonald’s Indonesia telah menyerap lebih dari 10.000 tenaga kerja untuk mendukung operasional lebih dari 300 restoran di seluruh Indonesia. Perusahaan juga melibatkan penyandang disabilitas melalui inisiatif Special Crew Teman Tuli yang telah berjalan sejak 1995, disertai program pelatihan dan pengembangan karier berkelanjutan.
Sementara itu, kawasan Puncak dikenal sebagai salah satu destinasi wisata penting bagi pariwisata Kabupaten Bogor. Badan Pusat Statistik mencatat terdapat jutaan perjalanan wisatawan nusantara ke wilayah tersebut sepanjang 2025. Karena itu, pengembangan layanan pendukung pariwisata menjadi salah satu fokus pemerintah daerah.

