BERITA TERKINI
Hyejeon K-Food Global Challenge 2026 Digelar di Medan, Dorong Diplomasi Budaya Indonesia–Korea lewat Kuliner

Hyejeon K-Food Global Challenge 2026 Digelar di Medan, Dorong Diplomasi Budaya Indonesia–Korea lewat Kuliner

Kompetisi kuliner internasional Hyejeon K-Food Global Challenge 2026 digelar di Medan sebagai upaya memperkenalkan Korean Food (K-Food) sekaligus memperkuat diplomasi budaya melalui gastronomi. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama Hyejeon University, Korea Selatan, dengan BPD Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Sumut dan Medan Korean Center (MKC), serta didukung Konsulat Kehormatan Republik Korea.

Ajang tersebut berlangsung di Santika Ballroom, Kamis (16/6/2026). Acara dibuka oleh Wali Kota Medan yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Medan, Citra Effendi Capah. Dalam sambutan tertulisnya, Pemerintah Kota Medan menyampaikan apresiasi kepada PHRI Sumut dan MKC atas terselenggaranya kegiatan itu.

Sejumlah pihak turut hadir, antara lain Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan Odi Anggia Batubara, Konsul Kehormatan Korea di Medan Dr. Parlindungan Purba, S.H., M.M., Presiden Hyejeon University Prof. Lee Hye-sook beserta rombongan, serta Ketua BPD PHRI Sumut Melky Waas.

Dalam sambutannya, Wali Kota Medan menilai kegiatan seperti ini menjadi langkah positif untuk memperkuat sumber daya manusia (SDM) sekaligus mendorong kemajuan sektor pariwisata, perhotelan, restoran, dan industri kuliner di Kota Medan. Menurutnya, sektor tersebut juga berkontribusi dalam membuka lapangan kerja, menggerakkan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), serta memperkuat perekonomian lokal.

Pemerintah Kota Medan juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas SDM. Keunggulan usaha, disebutkan, tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga perlu ditopang pelayanan, kemampuan membaca pasar, serta strategi bisnis.

Ketua BPD PHRI Sumut, Melky Waas, menyampaikan bahwa makanan merupakan salah satu media diplomasi budaya yang efektif karena dapat mempertemukan masyarakat lintas negara tanpa batas bahasa. Melalui kompetisi ini, ia berharap hubungan bilateral Indonesia dan Korea Selatan semakin erat, khususnya pada sektor pendidikan, pariwisata, ekonomi kreatif, dan industri kuliner. Ia juga menyampaikan harapan agar makanan Indonesia ke depan dapat semakin populer di Korea.

Sebagai bentuk komitmen Hyejeon University dalam mendukung pengembangan SDM Indonesia, para pemenang terbaik memperoleh berbagai penghargaan, termasuk kesempatan mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studi di Hyejeon University.

Presiden Hyejeon University, Prof. Lee Hye-sook, menyatakan Indonesia memiliki banyak talenta muda di bidang kuliner yang layak memperoleh kesempatan belajar di lingkungan pendidikan bertaraf internasional. Ia berharap ajang ini mendorong lebih banyak generasi muda Indonesia mengembangkan kompetensi di Korea Selatan, lalu kembali menjadi chef, wirausaha, maupun pendidik yang membawa inovasi bagi industri kuliner Indonesia.

Hyejeon University dikenal sebagai salah satu perguruan tinggi vokasi di Korea Selatan dalam bidang culinary arts, hospitality, dan food service. Selain kompetisi memasak, rangkaian acara juga diisi demonstrasi memasak, pertunjukan budaya Korea, serta aktivitas edukatif mengenai sejarah dan filosofi K-Food.

Para peserta turut mendapatkan kesempatan mengikuti workshop internasional yang membahas tren kuliner global, teknik memasak modern, strategi bisnis kuliner, serta pengenalan sistem pendidikan vokasi Korea Selatan. Materi workshop mencakup globalisasi K-Food, potensi pertumbuhan industri kuliner Korea, hingga kiprah alumni Hyejeon University di panggung internasional.

Ketua Panitia Saudaranta Tarigan yang juga perwakilan MKC menyampaikan harapan agar kegiatan ini dapat menjadi agenda internasional tahunan. Ia menilai ajang tersebut berpotensi memperkenalkan Medan sebagai salah satu pusat pengembangan wisata kuliner dan pendidikan hospitality di Indonesia.

Dalam rangka memperkuat pendidikan vokasi, Hyejeon University juga melakukan kunjungan ke sejumlah sekolah menengah kejuruan di Kota Medan, yakni SMK Negeri 10 Medan, SMK Gelora Jaya Nusantara, SMK Telkom 2 Medan, dan SMK Negeri 7 Medan. Kegiatan di sekolah-sekolah itu diisi workshop pengenalan K-Food, demonstrasi teknik memasak, praktik di laboratorium kuliner, serta diskusi mengenai perkembangan industri hospitality dan pendidikan vokasi di Korea Selatan.

Seluruh peserta program tersebut memperoleh Workshop Certificate on K-Food Introduction yang diterbitkan bersama oleh Hyejeon University, PHRI, dan MKC sebagai bentuk pengakuan atas partisipasi mereka.

Hyejeon University juga menjajaki penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk kerja sama jangka panjang di bidang pendidikan kuliner, pelatihan guru, pertukaran pengetahuan, dan pengembangan kompetensi siswa.

Rangkaian kunjungan akademik delegasi Hyejeon University ditutup dengan kunjungan ke Politeknik Pariwisata Medan. Dalam kesempatan itu, mahasiswa Hyejeon University mengikuti workshop gastronomi Nusantara bertajuk “Nusantara Culinary Hands-On: Heritage Cooking with the Indonesian Master” bersama dosen dan instruktur Politeknik Pariwisata Medan.

Selain itu, delegasi juga mengunjungi Universitas Pelita Harapan (UPH) Medan, Universitas Sari Mutiara Indonesia (USM Indonesia), dan Universitas Prima Indonesia (UNPRI). Kunjungan tersebut disebut bertujuan mempererat hubungan antar perguruan tinggi serta menjajaki peluang kerja sama strategis di bidang pendidikan tinggi, penelitian, pertukaran mahasiswa, dan pengembangan program internasional.