Restoran Jati Kuno di Padukuhan Wadas, Kalurahan Tridadi, Kapanewon Sleman, Sleman, mulai mendistribusikan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin (17/2/2025). Restoran tersebut berperan sebagai salah satu dapur umum, sehingga pemiliknya memutuskan menutup operasional resto hingga waktu yang belum ditentukan.
Pemilik Resto Jati Kuno, Atik Faisal, mengatakan penutupan restoran dilakukan sejak pihaknya mendaftar sebagai mitra Badan Gizi Nasional (BGN). Ia menyebut restoran tidak lagi beroperasi untuk melayani pelanggan karena fokus pada pelaksanaan program MBG.
Atik menambahkan, manajemen tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Karyawan tetap dipekerjakan untuk mendukung kegiatan dapur MBG, bahkan pihaknya merekrut 47 warga sekitar untuk membantu pelayanan. Menurutnya, warga sekitar antusias terlibat, terutama karena sebagian memiliki latar belakang usaha katering. Manajemen restoran juga telah menggelar percobaan sebelum pelaksanaan distribusi.
Ia menyebut manajer dan chef restoran tetap bekerja, sementara beberapa karyawan diarahkan menjadi petugas kebersihan. Dari sisi kesiapan fasilitas, Atik mengatakan Dinas Kesehatan Sleman sempat melakukan pengecekan kualitas air dan kelayakan lingkungan. Tata letak dapur juga disesuaikan mengikuti standar operasional prosedur (SOP) BGN. Kapasitas produksi disebut mencapai sekitar 3.300 paket.
Meski kapasitas produksi lebih besar, pada hari pertama distribusi Resto Jati Kuno menyalurkan 1.985 paket MBG ke sejumlah sekolah. Atik menyampaikan jumlah distribusi tersebut diperkirakan akan sama untuk tiga hari ke depan atau kurang dari sepekan, sembari melakukan pengukuran pelaksanaan. Ia menyebut BGN pada akhirnya menargetkan sekitar 3.000 paket per dapur.
Bahan baku makanan, menurut Atik, berasal dari petani sekitar, petani Magelang, serta beberapa pemasok. Ada pula koperasi yang menawarkan penyediaan bahan baku, namun manajemen tetap melakukan penyortiran agar bahan yang digunakan dalam kondisi baik dan layak.
Atik menjelaskan penyusunan menu MBG harian mengikuti aturan ahli gizi, termasuk dalam pembuatan nugget tempe. Prosesnya dilakukan dengan merebus tempe terlebih dahulu, melumatkannya, lalu menimbang sesuai saran ahli gizi. Untuk distribusi, kendaraan yang digunakan disebut disewa sebanyak dua unit. Terkait anggaran pelaksanaan, Atik menyatakan belum mengetahui rinciannya karena merupakan kewenangan pusat.
Komandan Kodim 0732/Sleman, Letkol Inf Mohammad Zainollah, mengatakan pelaksanaan MBG melalui Resto Jati Kuno merupakan yang pertama di Kapanewon Sleman. Ia menyebut program tersebut menjadi pelaksanaan perdana untuk SPPG Sleman 1 Wilayah Kapanewon Sleman.
Distribusi MBG pada Senin (17/2/2025) menyasar tujuh sekolah, yakni SDN 5 Sleman (130 siswa), SD 2 Kadisobo (162 siswa), SD 3 Kadisobo (105 siswa), SD Trimulyo (118 siswa), SMP 2 Sleman (575 siswa), SMP 4 Sleman (379 siswa), dan SMA 2 Sleman (426 siswa).
Menu MBG hari pertama terdiri atas nasi, telur, ayam saus barbque, sayur tumis kol dan wortel, serta susu UHT. Adapun kandungan gizi per porsi untuk siswa kelas SD 1–3 meliputi 446 kkal, karbohidrat 69,7 gram, protein 19,5 gram, dan lemak 10,6 gram. Sementara untuk kelas SD 4–6 dan SMP, kandungan per porsi tercatat 604 kkal, karbohidrat 91,5 gram, protein 27,6 gram, dan lemak 14,5 gram.

