BERITA TERKINI
Harga Wortel dan Buncis Naik, BGN Minta SPPG Variasikan Menu MBG dengan Bahan Substitusi

Harga Wortel dan Buncis Naik, BGN Minta SPPG Variasikan Menu MBG dengan Bahan Substitusi

Badan Gizi Nasional (BGN) mengamati kenaikan harga sejumlah bahan pangan, terutama wortel dan buncis, di pasaran. Kenaikan ini terjadi saat banyak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menggunakan kedua komoditas tersebut sebagai bagian dari sajian program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam Rapat Konsolidasi SPPG Kabupaten Bandung untuk pengawalan program MBG di Grand Sunshine Resort and Convention, Soreang, Kabupaten Bandung, Minggu, 16 November 2025, Wakil BGN Bidang Investigasi dan Komunikasi Publik Nanik Sudaryati Deyang mengimbau SPPG agar menerapkan variasi menu secara konsisten. Ia juga mengajak pemerintah daerah menjalankan Gerakan Menanami Halaman guna menjaga tingkat produksi bahan pangan.

Nanik menyebut beberapa jenis sayur-mayur mengalami kenaikan harga, salah satunya wortel. Menurut dia, harga wortel telah menembus Rp 23.000 per kilogram. Karena itu, ia meminta SPPG untuk sementara menggunakan bahan pangan lain sebagai substitusi wortel, sekaligus memanfaatkan komoditas yang harganya sedang turun, seperti kentang.

Terkait dampak MBG terhadap pergerakan harga sejumlah komoditas, Nanik mengatakan BGN akan segera menggelar rapat bersama sebelas kementerian. BGN juga kembali mendorong pemerintah daerah melaksanakan Gerakan Menanami Halaman.

Ia menjelaskan, hasil panen dari penanaman di halaman atau atap rumah warga dapat dikumpulkan oleh agregator, di antaranya Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih. Skema ini dinilai berpotensi menjadi tambahan penghasilan bagi masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Bandung Dadang Supriatna menyatakan kesiapan untuk melaksanakan gerakan urban farming. Ia berencana menanam berbagai tanaman pangan di sejumlah wilayah.

“Selain tanaman, kami bakal berupaya menghadirkan peternakan ayam di sebagian wilayah. Kami siap menjadikan gerakan itu sebagai program di Kabupaten Bandung. Kami akan menyusun dan melaksanakan program itu hingga tingkat RW,” kata Dadang pada Senin, 17 November 2025.

Dadang menilai pelaksanaan program dapat berjalan lebih cepat dan masif apabila mendapat dukungan investor. Ia berharap investor turut berpartisipasi dalam gerakan tersebut.

Sementara itu, Dadang menyebut harga kebutuhan pangan di Kabupaten Bandung masih terkendali. Bahkan, beberapa komoditas disebut mengalami penurunan dibanding periode sebelumnya.

Berdasarkan data per 17 November 2025 pada Sistem Informasi Bahan Pokok dan Bahan Penting Pemerintah Kabupaten Bandung, rata-rata harga daging ayam broiler di sejumlah pasar tradisional tercatat Rp 36.667 per kilogram, naik 0,61% dibanding 16 November 2024 yang sebesar Rp 36.444 per kilogram. Rata-rata harga beras premium tercatat tetap Rp 14.944 per kilogram. Adapun rata-rata harga cabai merah TW sebesar Rp 60.500 per kilogram, turun 1,23% dari Rp 61.250 per kilogram. Rata-rata harga kentang dieng tercatat Rp 16.889 per kilogram, turun 2,62% dari Rp 17.333 per kilogram.