BERITA TERKINI
Harga Cabai Rawit Tembus Rp88.000 per Kg di Jatim, Ini Cara Menghemat Bumbu Saat Ramadan

Harga Cabai Rawit Tembus Rp88.000 per Kg di Jatim, Ini Cara Menghemat Bumbu Saat Ramadan

Memasuki pekan kedua Ramadan 1447 H, warga Jawa Timur menghadapi tekanan biaya dapur seiring naiknya harga sejumlah komoditas. Berdasarkan pantauan data SISKAPERBAPO Jawa Timur per hari ini, harga cabai rawit merah mencapai Rp88.000 per kilogram, sementara bawang merah berada di kisaran Rp44.750 per kilogram.

Kondisi tersebut membuat rumah tangga dan pelaku usaha kuliner perlu menyesuaikan strategi memasak agar rasa tetap terjaga tanpa menguras pengeluaran. Kenaikan harga disebut dipicu cuaca ekstrem dan meningkatnya konsumsi selama Ramadan.

Berikut sejumlah cara yang dapat diterapkan untuk menghemat penggunaan bumbu, terutama cabai dan bawang, tanpa mengorbankan cita rasa masakan.

1. Membuat minyak bumbu (infused oil) untuk menguatkan aroma

Salah satu cara menghemat bumbu adalah memindahkan aroma dan rasa ke dalam minyak. Caranya, bumbu seperti bawang atau cabai diiris tipis lalu dimasak dalam minyak dengan api kecil hingga aromanya keluar tanpa gosong. Minyak aromatik kemudian disimpan dalam wadah kaca dan digunakan secukupnya saat memasak.

Dengan teknik ini, masakan tetap beraroma kuat meski penggunaan bumbu segar dikurangi. Minyak bumbu dapat ditambahkan 1–2 sendok makan saat menumis sayur atau membuat nasi goreng.

2. Mengakali pedas dengan kombinasi cabai besar, cabai kering, dan lada

Ketika cabai rawit mahal, penggunaan cabai rawit sepenuhnya dapat diganti dengan campuran bahan lain. Cabai merah besar dapat dipakai untuk menghasilkan warna merah pekat pada masakan seperti balado atau rendang. Untuk menghemat, biji cabai bisa dibuang lalu dihaluskan agar bumbu tetap kental.

Cabai kering juga dapat menjadi pilihan karena bisa dibeli dalam jumlah lebih banyak dan disimpan lebih lama. Pengolahannya dilakukan dengan merebus hingga lunak sebelum dihaluskan bersama bumbu lain. Selain pedas, cabai kering turut memberi warna masakan yang menarik.

Sementara itu, lada atau merica dapat dimanfaatkan untuk memberi sensasi hangat dan pedas, terutama pada masakan berkuah seperti sup atau lodeh. Penambahan lada dapat membantu mengurangi kebutuhan cabai tanpa menghilangkan rasa pedas.

3. Mengganti bumbu aromatik dengan pilihan yang lebih stabil harganya

Saat bawang merah berada di harga tinggi, penguatan rasa bisa dilakukan melalui bumbu alternatif yang lebih stabil. Dalam data yang sama, bawang putih disebut masih berada di kisaran Rp38.000 per kilogram.

Selain bawang putih, bagian putih daun bawang dapat digunakan sebagai bahan tumisan untuk mendekati rasa dan tekstur bawang bombay dengan biaya lebih ekonomis. Kemiri sangrai juga dapat menambah rasa gurih dan membuat tekstur lebih kental, terutama pada masakan bersantan seperti opor atau gulai.

4. Mengandalkan teknik memasak: karamelisasi dan searing

Rasa masakan tidak hanya ditentukan oleh banyaknya bumbu, tetapi juga teknik pengolahan. Karamelisasi dilakukan dengan memasak bumbu seperti bawang menggunakan api kecil hingga kecokelatan untuk mengeluarkan gula alami, sehingga menghasilkan rasa manis-gurih yang lebih dalam dibanding tumisan biasa.

Teknik searing dapat diterapkan pada daging atau ayam dengan memanggang permukaan sebentar di wajan panas tanpa minyak hingga muncul lapisan cokelat sebelum direbus. Cara ini membantu mengunci sari daging dan memberi aroma smoky, sehingga hidangan tetap terasa kaya meski bumbu halus dibatasi.

5. Menyiapkan bumbu dasar dan memantau pasar murah

Efisiensi juga bisa dilakukan melalui persiapan bumbu dasar putih, kuning, dan merah dengan metode food prep. Bumbu yang sudah ditumis matang dengan minyak dinilai lebih awet dan praktis dibanding mengolah bumbu segar setiap kali memasak.

Di sisi lain, masyarakat Jawa Timur disarankan memantau informasi pasar murah melalui portal SISKAPERBAPO Jatim. Program tersebut biasanya menyediakan paket sembako murah yang mencakup bumbu dapur esensial untuk membantu menstabilkan harga di tingkat konsumen.

Harga pangan dapat berubah sewaktu-waktu, namun penyesuaian bahan dan teknik memasak dinilai dapat membantu menjaga kualitas sajian Ramadan tanpa membebani anggaran rumah tangga.