Aktivitas jual beli bumbu dapur di pasar tradisional Lubuk Basung, Kabupaten Agam, mulai meningkat pada H-5 menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H. Warga terlihat memborong berbagai rempah dan bumbu untuk persiapan memasak hidangan khas Lebaran bersama keluarga.
Sejak pagi, lapak-lapak pedagang bumbu tampak lebih ramai dari hari biasa. Sejumlah komoditas yang banyak dicari antara lain jahe giling, lengkuas giling, serta aneka rempah untuk memasak gulai, sop, dan rendang.
Salah seorang pedagang bumbu rempah di Pasar Lubuk Basung, Eva, mengatakan penjualan bumbu meningkat tajam menjelang Lebaran tahun ini. Menurutnya, keramaian pembeli umumnya mulai terlihat sekitar sepekan sebelum hari raya.
“Sekarang sudah mulai ramai. Banyak orang memborong bumbu untuk masak gulai, sop, rendang dan berbagai lauk lainnya untuk persiapan Lebaran,” ujar Eva, Minggu (15/3/2026).
Eva menyebutkan, pada hari biasa omzet penjualannya berkisar Rp1 juta hingga Rp2 juta per hari. Namun memasuki periode jelang Lebaran, omzetnya meningkat signifikan.
“Kalau hari biasa omzet paling sekitar Rp1 juta sampai Rp2 juta. Tapi menjelang Lebaran ini bisa mencapai Rp5 juta sampai Rp6 juta sehari,” katanya.
Selain jumlah pembeli yang bertambah, pembelian dalam jumlah besar turut mendongkrak penjualan. Beberapa bumbu yang paling banyak diburu di antaranya cabai merah, bawang merah, bawang putih, serta rempah seperti kunyit, jahe, dan lengkuas yang kerap menjadi bahan utama masakan khas Minangkabau.
Di sisi lain, pembeli bernama Juliana mengaku memilih berbelanja lebih awal untuk menyiapkan kebutuhan dapur. Ia memperkirakan pasar akan semakin padat ketika Lebaran semakin dekat.
“Sekarang sudah mulai beli bumbu untuk persiapan Lebaran. Biasanya nanti kami masak rendang, gulai dan sop untuk keluarga yang datang berkunjung,” ujar Juliana.

