Tren pembuatan dan pengeditan gambar menggunakan kecerdasan buatan (AI) ramai dilakukan warganet dalam beberapa minggu terakhir. Di tengah viralnya tren tersebut, petinggi Google menyampaikan bahwa Gemini Nano Banana telah menghasilkan 5 miliar gambar AI dalam waktu kurang dari sebulan.
Pernyataan itu disampaikan Josh Woodward, Vice President Google Labs dan Gemini, melalui unggahan pada 24 September. “Baru saja melampaui 5 miliar gambar dalam waktu kurang dari sebulan. Luar biasa, masih berlanjut! Tren terbaru: selfie retro menggendong versi bayi kamu,” tulisnya.
Tak lama kemudian, CEO Google dan Alphabet Sundar Pichai menanggapi unggahan tersebut dengan membagikan foto AI. “Jadikan itu 5 miliar dan 1,” tulis Pichai.
Meski terdengar unik, Gemini Nano Banana disebut sebagai nama kode untuk model AI yang memiliki nama resmi Gemini 2.5 Flash Image. Popularitasnya disebut meningkat di kalangan anak muda karena kemampuannya yang dinilai melampaui generator gambar pada umumnya.
Salah satu fitur yang menonjol adalah kemampuan mengedit foto yang sudah ada melalui perintah teks. Pengguna dapat mengunggah foto, lalu meminta sistem mengubah latar belakang, mengganti pakaian, atau menempatkan subjek ke dalam adegan yang berbeda.
Fitur lain yang memicu tren viral adalah “konsistensi subjek”, yakni kemampuan AI mempertahankan wajah dan penampilan subjek secara konsisten di berbagai gambar yang dihasilkan. Kemampuan ini disebut mendorong tren seperti “selfie retro” maupun pembuatan versi foto dengan tema tertentu.
Untuk membuat gambar, pengguna disebut cukup membuka aplikasi Gemini, memilih fitur pembuat gambar berlogo pisang, mengunggah foto, lalu menuliskan deskripsi detail perubahan yang diinginkan. Setelah gambar dihasilkan, pengguna masih dapat melakukan penyesuaian sebelum menyimpannya.
Google juga menyematkan watermark digital tak terlihat bernama SynthID pada setiap gambar sebagai penanda bahwa gambar tersebut merupakan hasil kreasi AI.
Di media sosial, salah satu tren yang ikut mencuat adalah pengeditan foto menjadi action figure ala Bandai. Lonjakan produksi gambar ini dinilai mencerminkan perubahan cara orang berinteraksi dengan konten visual yang semakin personal.

