BERITA TERKINI
‘Food Affair with Mark Wiens’ Tampilkan Kurasi 100 Kuliner Singapura dalam Enam Episode

‘Food Affair with Mark Wiens’ Tampilkan Kurasi 100 Kuliner Singapura dalam Enam Episode

Program kuliner terbaru bertajuk Food Affair with Mark Wiens dijadwalkan tayang pada 18 November di HBO, HBO GO, dan HBO Max. Acara produksi HBO Asia Original ini menampilkan food vlogger Mark Wiens sebagai pembawa acara, dengan latar petualangan kuliner di Singapura.

Program ini digarap dalam enam episode. Sutradara Gillian Tan dan eksekutif produser Eric Khoo membagikan sejumlah cerita di balik proses produksi, mulai dari konsep acara hingga tantangan di lokasi syuting.

Eric Khoo, pendiri Zhao Wei Films, menjelaskan ketertarikannya mengangkat tema kuliner Singapura berangkat dari kebanggaannya pada keberagaman makanan di negara tersebut. Ia menilai Singapura memiliki rentang kuliner yang luas, dari fine dining hingga makanan kaki lima yang menurutnya memiliki ciri khas dan kisah masing-masing. Ketertarikan itu juga mendorong tim produksi menggali cerita para chef serta penjual makanan.

Pemilihan Mark Wiens sebagai host disebut menjadi salah satu kunci pendekatan acara. Eric mengaku sudah mengenal Mark selama beberapa tahun, bermula dari anaknya yang merupakan penggemar Mark dan sempat mengajak Mark berkeliling kuliner saat berada di Singapura. Selain itu, pengetahuan Mark yang luas tentang makanan menjadi alasan lain ia dipilih untuk memandu program.

Dalam proses syuting, Eric juga meminta Mark membawa kamera miliknya pada hari pertama pengambilan gambar, seperti saat membuat konten YouTube. Langkah itu dilakukan untuk memperkenalkan sosok Mark kepada penonton dengan cara yang dinilai lebih dekat.

Berbeda dari banyak program televisi, Food Affair with Mark Wiens dibuat tanpa naskah. Menurut Eric, format tersebut dipilih agar Mark dapat berbicara lebih natural saat menjelaskan makanan maupun menggali kisah para penjual. Gillian Tan yang memiliki pengalaman di televisi dan YouTube menilai pendekatan tanpa naskah selaras dengan karakter Mark dan latar belakangnya sebagai kreator konten.

Meski demikian, proses produksi tetap memiliki tantangan, terutama ketika syuting di lokasi kuliner kaki lima seperti hawker centre. Gillian menyebut ruang dapur yang sempit dan kondisi tempat yang ramai membuat tim harus menyesuaikan waktu serta mencari cara terbaik agar proses pengambilan gambar tetap berjalan, termasuk saat membawa perlengkapan produksi seperti pencahayaan.

Terkait pemilihan tempat makan, Gillian dan Eric mengatakan prosesnya cukup panjang. Tim produksi disebut mewawancarai dan mendatangi lebih dari 100 tempat makan di Singapura, lalu mengkurasi mana yang paling menarik untuk diangkat, termasuk dari sisi makanan dan perjalanan para chef maupun penjual dalam membangun usaha mereka.

Gillian menambahkan, pendekatan ke penjual di hawker centre terkadang lebih sulit dibanding restoran fine dining karena pertimbangan waktu, biaya, dan efisiensi. Namun, ia menyebut tim akhirnya bertemu banyak penjual kaki lima yang senang dapat terlibat dalam program tersebut.

Di akhir proses, Gillian dan Eric berharap enam episode Food Affair with Mark Wiens dapat dinikmati penggemar kuliner di berbagai negara sekaligus memberi gambaran tentang keragaman kuliner Singapura. Eric juga menyampaikan peluang pengembangan serial serupa di luar Singapura pada masa mendatang.