BERITA TERKINI
Enam Rempah Langka yang Disebut Hanya Tumbuh di Indonesia, dari Andaliman hingga Vanili Papua

Enam Rempah Langka yang Disebut Hanya Tumbuh di Indonesia, dari Andaliman hingga Vanili Papua

Letak geografis Indonesia di garis khatulistiwa membentuk iklim tropis yang lembap dan subur. Kombinasi curah hujan tinggi, tanah vulkanik, serta paparan sinar matahari yang melimpah menjadikan berbagai wilayah di Nusantara cocok untuk pertumbuhan tanaman aromatik.

Selain faktor alam, keragaman budaya turut memengaruhi kekayaan rempah. Tradisi kuliner dan pengobatan yang berbeda-beda di tiap daerah mendorong pemanfaatan rempah secara luas, termasuk mempertahankan varietas yang kini disebut semakin langka dan tidak ditemukan di tempat lain.

Berikut enam rempah yang disebut hanya ada di Indonesia dan tergolong langka, lengkap dengan ciri serta pemanfaatannya.

1. Andaliman (Sumatera Utara)
Andaliman dikenal sebagai “lada Batak” dan menjadi bumbu penting dalam masakan khas Batak seperti arsik dan saksang. Rempah ini memiliki aroma segar dengan sensasi getir yang disebut seperti “listrik” di lidah. Andaliman disebut hanya tumbuh subur di dataran tinggi Toba dan sulit dibudidayakan di luar wilayah tersebut.

Pemanfaatan yang disebutkan meliputi peningkatan nafsu makan, membantu pencernaan, serta kandungan antioksidan alami.

2. Kayu secang (Jawa Tengah dan Yogyakarta)
Kayu secang memiliki ciri khas warna merah keunguan saat diseduh dan beraroma herbal. Rempah ini kerap digunakan untuk wedang secang, minuman tradisional yang dikenal menenangkan. Dalam catatan pemanfaatan tradisional, secang juga pernah digunakan sebagai pewarna alami untuk kain dan makanan.

Khasiat yang disebutkan antara lain membantu meningkatkan daya tahan tubuh, bersifat anti-inflamasi dan antibakteri, serta membantu menenangkan pikiran dan tubuh.

3. Kapulaga Jawa
Kapulaga Jawa disebut berbeda dari kapulaga India yang umum dijual di pasar modern. Aromanya lebih lembut dan memiliki rasa manis alami. Rempah ini digunakan dalam jamu, makanan manis, serta kari khas Nusantara.

Kapulaga Jawa disebut mulai langka karena kalah pamor dibanding varietas impor, meski nilai gizinya disebut tidak kalah tinggi.

4. Vanili Papua
Dari wilayah timur Indonesia, Vanili Papua disebut sebagai salah satu vanili berkualitas terbaik. Rempah ini dikenal memiliki aroma lembut namun tajam dan dijuluki “emas hitam” karena harga jualnya yang tinggi di pasar ekspor.

Keistimewaan yang disebutkan meliputi kandungan vanilin yang tinggi, aroma yang tahan lama, serta tumbuh alami tanpa bahan kimia.

5. Lempuyang gajah
Lempuyang gajah masih satu keluarga dengan jahe dan kunyit. Rempah ini memiliki rasa pahit yang kuat dan kerap dikaitkan dengan pemanfaatan untuk kesehatan.

Khasiat yang disebutkan mencakup membantu melancarkan pencernaan, meredakan nyeri sendi, serta membantu membersihkan racun dalam tubuh.

6. Ketumbar Jawa
Ketumbar kerap dikenal sebagai bumbu dapur, namun varietas asli Jawa disebut semakin sulit ditemukan. Ciri yang disebutkan adalah ukuran biji yang lebih besar serta aroma yang lebih manis dibanding ketumbar impor.

Pemanfaatannya antara lain untuk menambah aroma masakan tradisional, digunakan dalam jamu pegal linu, serta disebut bermanfaat untuk kesehatan jantung.

Upaya pelestarian
Seiring meningkatnya perhatian terhadap kekayaan rempah Nusantara, pemerintah dan komunitas lokal disebut mulai mendorong pelestarian dan budidaya rempah langka. Langkah yang disorot meliputi menjaga keberadaan tanaman rempah, mengedukasi petani muda, serta meningkatkan nilai jual melalui pengembangan produk turunan.