Keberlangsungan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Nusantara Pangan Sejahtera di Desa Catur Rahayu, Kecamatan Dendang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, dilaporkan berada dalam ketidakpastian. Kondisi ini dipicu kendala administrasi serta dugaan ketidakwajaran harga pengadaan bahan baku untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala SPPG Nusantara Pangan Sejahtera Desa Catur Rahayu, Mardiansyah, menyatakan operasional terkendala karena Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) belum ditandatangani. Menurut dia, dokumen tersebut diperlukan sebagai landasan legal penggunaan anggaran agar tidak menimbulkan persoalan saat audit di kemudian hari.
“Hingga saat ini, belum ada persetujuan penandatanganan SPTJM. Kami khawatir jika terus berjalan tanpa dokumen tersebut, Kepala SPPG akan menanggung risiko hukum jika terjadi audit atau temuan terkait pengembalian kerugian negara,” kata Mardiansyah saat ditemui, Minggu (15/02/2026).
Selain persoalan administrasi, Mardiansyah juga menyoroti dugaan penggelembungan harga atau mark-up bahan pangan yang dipasok oleh pihak yayasan. Ia menyebut selama ini sebagian besar bahan baku didatangkan dari luar daerah, yakni dari Kota Jambi, padahal wilayah Dendang dinilai memiliki potensi sumber daya alam yang mencukupi.
Mardiansyah mendorong agar bahan baku lebih dioptimalkan dari pelaku UMKM lokal. Menurut dia, langkah itu dapat menekan biaya operasional sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat setempat.
“Kami berharap yayasan bisa merangkul UMKM lokal. Di Dendang ini, pasokan beras, ikan, ayam hingga sayur-mayur dan buah-buahan sangat mencukupi, dan harganya jauh lebih murah dibandingkan harus mendatangkan dari Jambi,” ujarnya.
SPPG di Dendang disebut menjadi penopang layanan bagi lebih dari 2.600 penerima manfaat setiap hari, dengan dukungan 48 tenaga kerja lokal. Pengelola berharap pihak yayasan segera merespons permintaan terkait transparansi dan kelengkapan administrasi agar pelayanan tidak terhenti.
“(Efek penutupan SPPG) Karyawan berhenti bekerja, dan siswa pun juga ikut kena imbasnya juga. Ya, harapan kami itu, permintaan kami ke yayasan itu segera diterima, apa namanya, penandatanganan SPTJM itu, semoga direalisasikan agar dapur bisa berjalan lagi seperti semula,” tutur Mardiansyah.
SPPG Nusantara Pangan Sejahtera Desa Catur Rahayu merupakan salah satu dari empat SPPG yang dilaporkan berhenti beroperasi di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Tiga lainnya yakni SPPG di Desa Kota Baru, Kecamatan Geragai; SPPG Yayasan Mitra Pangan Global di Kelurahan Parit Culum 1, Kecamatan Muara Sabak Barat; serta SPPG Blok C Nuansa Mitra Sejati di Desa Pandan Lagan, Kecamatan Geragai.

