Bercak hitam, hijau, atau oranye yang muncul di dinding rumah sering kali menandakan adanya jamur tembok. Selain mengganggu tampilan ruangan, jamur juga berpotensi mengiritasi dan membahayakan kesehatan penghuni rumah, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat alergi atau asma.
Membersihkan jamur tembok memang membutuhkan ketelatenan. Namun, dengan persiapan yang tepat dan pemilihan larutan pembersih yang sesuai, jamur dapat dikurangi hingga hilang.
Persiapan sebelum membersihkan jamur
Sebelum mulai, perlindungan diri menjadi langkah penting karena spora jamur dapat menimbulkan iritasi.
Pertama, gunakan perlengkapan pelindung seperti masker pernapasan (masker N95 disarankan), sarung tangan karet tebal, dan kacamata pelindung. Pakaian berlengan panjang dan celana panjang juga dianjurkan.
Kedua, pastikan ventilasi ruangan baik dengan membuka jendela dan pintu di area yang akan dibersihkan. Jika diperlukan, kipas angin dapat membantu mendorong sirkulasi udara agar spora tidak terkumpul di dalam ruangan.
Ketiga, lindungi barang di sekitar area yang berjamur. Furnitur sebaiknya dipindahkan. Bila tidak memungkinkan, tutupi dengan plastik terpal untuk menghindari paparan spora maupun larutan pembersih.
Metode membersihkan jamur tembok
Larutan pembersih dapat dipilih sesuai tingkat keparahan jamur. Salah satu cara yang disebut efektif adalah menggunakan pemutih.
1. Larutan pemutih (bleach)
Pemutih dikenal sebagai disinfektan kuat untuk membunuh jamur sekaligus membantu memudarkan noda. Namun, penggunaannya perlu kehati-hatian.
Campuran yang digunakan adalah 1 bagian pemutih klorin dengan 3 bagian air, misalnya 1 cangkir pemutih dicampur dengan 3 cangkir air.
Larutan dapat dimasukkan ke botol semprot atau disiapkan dalam ember. Semprotkan atau oleskan pada area berjamur, lalu biarkan meresap selama 10–15 menit. Setelah itu, gosok menggunakan sikat berbulu kaku (bukan sikat kawat agar permukaan tembok tidak rusak). Bilas dengan air bersih hingga sisa pemutih hilang, lalu keringkan menggunakan lap bersih atau biarkan mengering dengan bantuan ventilasi.
Dalam penggunaannya, pemutih tidak boleh dicampur dengan amonia atau produk pembersih yang mengandung amonia karena dapat menghasilkan gas beracun. Pemutih juga sebaiknya dipakai di area yang berventilasi sangat baik. Selain itu, karena pemutih dapat merusak warna cat atau wallpaper, uji coba pada bagian kecil yang tersembunyi disarankan sebelum digunakan pada area luas.
2. Cuka putih
Alternatif lain adalah cuka putih yang dinilai lebih alami dan relatif aman, terutama untuk area yang jamurnya tidak terlalu parah atau bagi yang ingin menghindari bahan kimia keras. Cuka putih dapat digunakan murni tanpa pengenceran. Jika khawatir dengan bau, cuka bisa dicampur sedikit air, misalnya 1 bagian cuka dan 1 bagian air.

