BERITA TERKINI
Empat Alasan Peluang Bisnis Kopi Dinilai Tetap Menjanjikan

Empat Alasan Peluang Bisnis Kopi Dinilai Tetap Menjanjikan

Kopi kian melekat dalam gaya hidup masyarakat. Minuman ini hadir di berbagai momen, mulai dari sarapan, kegiatan santai, hingga pertemuan bisnis. Kondisi tersebut membuat usaha kopi kerap dipandang memiliki potensi pasar yang besar.

Agus Sudardji (57) dan Jo Nicholas Agus (23), pemilik Kopi Tjap Teko di Bogor, Jawa Barat, menilai peluang bisnis kopi tetap tinggi meski zaman berubah. Mereka menyebut usaha yang dikelola keluarganya telah bertahan lintas generasi sejak era 1960-an dan terus diminati.

Menurut Sudardji dan Nicholas, ada beberapa alasan yang membuat bisnis kopi dinilai menjanjikan.

Pertama, kopi tidak bersifat musiman. Mereka menilai peminat kopi selalu ada di setiap masa. Berbeda dengan sejumlah tren makanan dan minuman yang dapat naik turun, kopi disebut tetap dicari karena sudah menjadi kebutuhan bagi banyak orang.

Kedua, kopi mudah mengikuti inovasi. Kopi dinilai fleksibel untuk dikombinasikan dengan berbagai rasa. Mereka mencontohkan tren kopi gula aren yang mulai populer pada 2015, serta variasi lain seperti kopi rasa klepon. Ragam inovasi ini dipandang membuat produk kopi dapat terus menyesuaikan selera pasar.

Ketiga, kopi telah menjadi kebiasaan. Dalam aktivitas harian yang serba cepat, kopi kerap dikonsumsi untuk membantu tetap terjaga saat bekerja, belajar, maupun beraktivitas pada malam hari. Mereka juga menyinggung kandungan kafein yang dapat menimbulkan ketergantungan, sehingga bagi sebagian orang kopi menjadi bagian dari rutinitas.

Keempat, permintaan dinilai stabil dan cenderung berkembang. Kopi disebut sebagai salah satu komoditas yang banyak diperdagangkan dan permintaannya relatif konstan dari waktu ke waktu. Selain menjadi minuman penyemangat, kopi juga berkembang sebagai bagian dari gaya dan budaya, sehingga pangsa pasarnya dinilai luas—tidak hanya untuk usaha penyajian seperti kafe, tetapi juga pada sektor produksi biji kopi hingga tingkat petani.